Wagub Sumbar Usulkan Daerah Istimewa, Fadli Zon Nilai Sangat Pantas

  • 22 Jun 2026 06:08 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Usulan menjadikan Sumatera Barat sebagai daerah istimewa mendapat dukungan Menteri Kebudayaan. Dukungan itu didasarkan pada peran penentu Sumbar dalam menjaga keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Usulan itu disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, pada Seminar Internasional peringatan 100 Tahun Jam Gadang, Sabtu, 20 Juni 2026. Seminar berlangsung di Bukittinggi dengan menghadirkan Menteri Kebudayaan dan Duta Besar Belanda untuk Indonesia.

Vasko menyatakan Sumatera Barat memiliki kontribusi besar dalam perjalanan sejarah bangsa. Menurutnya, status daerah istimewa menjadi penghargaan yang layak atas peran tersebut.

"Di depan Jam Gadang ini Pak Menteri, jika diperbolehkan, atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kami mengusulkan Sumatera Barat menjadi daerah istimewa di Indonesia ini. Mari sama-sama kita kawal Pak Menteri," ujar Vasko.

Ia menjelaskan Bukittinggi pernah menjadi pusat Pemerintahan Darurat Republik Indonesia saat negara menghadapi masa krusial. Kondisi itu menunjukkan Sumatera Barat memiliki posisi penting dalam mempertahankan eksistensi republik.

Senada dengan itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan mendukung gagasan tersebut dengan syarat diperjuangkan secara serius. Ia menilai dasar sejarah Sumatera Barat sangat kuat dibanding banyak daerah lain di Indonesia.

"Saya mendukung, tetapi harus serius. Menurut saya sangat pantas, daerah yang pernah menjadi ibu kota negara tidak banyak. Selain Jakarta dan Yogyakarta, ada Bukittinggi," kata Fadli.

Fadli menjelaskan keberadaan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia di Bukittinggi menjadi titik penting sejarah nasional. Pemerintahan darurat yang dipimpin Syafruddin Prawiranegara dinilai berhasil menjaga keberlangsungan republik saat agresi militer Belanda.

"Kalau tidak ada PDRI. Tidak mungkin akan ada NKRI," ungkap Fadli.

Pemerintahan Darurat Republik Indonesia dibentuk pada 1948 ketika pimpinan negara ditawan Belanda. Peran tersebut menjadikan Bukittinggi dan Sumatera Barat memiliki jejak sejarah yang terus menjadi bagian penting dalam narasi perjalanan bangsa Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....