Padang Panjang Intensif Pantau Harga Pangan untuk Kendalikan Inflasi

  • 16 Jun 2026 03:12 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Pemerintah Kota (Pemko) Padang Panjang terus memperkuat pemantauan harga dan ketersediaan bahan pangan guna menjaga stabilitas inflasi daerah serta daya beli masyarakat. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi gejolak harga komoditas strategis yang berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi masyarakat.

Upaya pengendalian inflasi itu dibahas dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara virtual, Senin, 15 Juni 2026. Dari Kota Padang Panjang, rapat diikuti Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Alvi Sena bersama sejumlah organisasi perangkat daerah terkait dari Ruang VIP Balai Kota.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta seluruh pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kenaikan harga komoditas strategis serta memperkuat koordinasi lintas sektor. Hal itu guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan pangan.

“Pengendalian inflasi menjadi salah satu prioritas pemerintah karena berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Pemerintah daerah diminta aktif memantau harga kebutuhan pokok, menjaga kelancaran distribusi barang, serta memastikan pasokan pangan tetap tersedia,” katanya.

Dalam rapat tersebut disampaikan, inflasi Kota Padang Panjang pada Mei 2026 mengacu pada data inflasi Kota Bukittinggi sebesar 3,73 persen secara tahunan atau year on year (yoy), meningkat dibandingkan April 2026 yang tercatat 2,48 persen. Sementara secara bulanan atau month to month (mtm), terjadi inflasi sebesar 0,44 persen.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kota Padang Panjang pada minggu kedua Juni 2026 tercatat minus 0,32 persen dan masih berada dalam kategori fluktuasi rendah. Angka tersebut sedikit meningkat dibandingkan minggu sebelumnya yang berada pada minus 0,34 persen.

Komoditas yang memengaruhi pergerakan harga pada periode tersebut antara lain daging sapi, telur ayam ras, dan beras. Penurunan harga daging sapi menjadi faktor dominan yang menekan IPH akibat berkurangnya permintaan masyarakat pasca-Iduladha dan kembali normalnya pasokan sapi potong.

Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Kota Padang Panjang Alvi Sena menjelaskan, terdapat tiga komoditas yang mengalami kenaikan harga pada minggu kedua Juni, yakni bawang putih, kacang tanah, dan terong. Kondisi tersebut dipengaruhi berkurangnya pasokan dari daerah sentra produksi.

“Delapan komoditas mengalami penurunan harga, yakni daging ayam broiler, telur ayam ras, cabai hijau, cabai rawit, cabai merah, bawang merah, ikan asin teri, dan seledri. Penurunan harga cabai terjadi seiring meningkatnya pasokan dari daerah sentra produksi yang memasuki masa panen, sementara harga daging ayam broiler turun akibat melimpahnya pasokan dan menurunnya permintaan pasca-Hari Besar Keagamaan Nasional Iduladha,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....