Pemko Pariaman Gelar Apel Sensus Ekonomi 2026

  • 15 Jun 2026 15:13 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Pemerintah Kota Pariaman menggelar Apel Siaga sekaligus pelepasan petugas Pendataan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Halaman Balai Kota Pariaman, Senin, 15 Juni 2026. Apel dipimpin langsung oleh Wali Kota Pariaman, Yota Balad, dan diikuti aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kota Pariaman.

Pelepasan petugas ditandai dengan penyerahan bendera dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pariaman kepada Wali Kota Pariaman. Selain itu, dilakukan pemasangan tanda pengenal petugas sensus oleh Yota Balad bersama Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, didampingi Kepala BPS Kota Pariaman, Riqadli.

Dalam amanatnya, Yota Balad menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda nasional yang sangat strategis. Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi di tingkat nasional maupun daerah.

“Data yang akurat, lengkap, dan mutakhir adalah kunci. Data yang berkualitas akan menjadi dasar bagi kita untuk merumuskan program pembangunan yang tepat sasaran, mulai dari pemberdayaan pelaku usaha, penciptaan lapangan kerja, hingga penguatan daya saing ekonomi daerah,” ujarnya.

Yota juga meminta seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Pariaman memberikan dukungan penuh demi kelancaran pelaksanaan sensus. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, BPS, dan masyarakat menjadi faktor utama keberhasilan SE 2026.

“Mari kita jadikan Sensus Ekonomi 2026 ini sebagai momentum untuk mewujudkan Kota Pariaman yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan. Dengan kerja sama, dedikasi, dan komitmen kita bersama, saya yakin kegiatan ini akan berjalan sukses,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BPS Kota Pariaman, Riqadli, mengatakan SE 2026 resmi dimulai pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 dengan melibatkan 81 petugas yang bertugas di empat kecamatan. “Untuk Tahun 2026, petugas SE 2026 berjumlah 81 orang yang akan bertugas di 4 (empat) kecamatan di Kota Pariaman. SE 2026 berfokus pada pendataan seluruh sektor usaha dan ekonomi di luar sektor pertanian, mulai dari usaha mikro hingga perusahaan besar. Petugas akan melakukan pendataan door-to-door untuk memetakan struktur ekonomi pascapandemi dan karakteristik usaha di Indonesia,” ujarnya.

Riqadli menambahkan petugas akan mengumpulkan data terkait skala usaha, lapangan usaha, kinerja, daya saing, prospek usaha, permodalan, hingga investasi dengan menggunakan metode Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI) berbasis perangkat seluler. “Meskipun saat ini SE 2026 dimulai, kami meminta masyarakat untuk memastikan bahwa petugas yang datang benar-benar petugas SE 2026. Mereka akan dilengkapi rompi resmi Sensus Ekonomi, tanda pengenal atau name tag yang memuat foto dan QR Code, serta surat tugas resmi,” tuturnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....