Pemko Padang Percepat Perbaikan Irigasi Pascabencana

  • 15 Jun 2026 13:26 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Pemerintah Kota (Pemko) Padang mempercepat perbaikan sejumlah jaringan irigasi yang rusak akibat bencana pada akhir tahun lalu. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasokan air ke areal persawahan masyarakat dapat kembali normal.

Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase Dinas PUPR Kota Padang, Well Off Sanora, mengatakan kerusakan irigasi menyebabkan terganggunya distribusi air ke sejumlah lahan pertanian. Kondisi tersebut berdampak pada aktivitas petani yang mengandalkan irigasi untuk mengolah sawah mereka.

“Kerusakan terjadi akibat bencana yang melanda Kota Padang pada November dan Desember 2025. Sejumlah saluran irigasi mengalami kerusakan sehingga tidak mampu mengalirkan air secara optimal ke lahan pertanian warga,” katanya di Padang, Senin, 15 Juni 2026.

Untuk mempercepat pemulihan, Pemko Padang berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) dan Dinas Sumber Daya Air Provinsi Sumatera Barat. Sinergi tersebut dilakukan guna mendukung percepatan perbaikan infrastruktur pengairan yang terdampak.

Melalui dana Transfer ke Daerah (TKD) pada anggaran pergeseran, Dinas PUPR telah menyiapkan 17 paket pekerjaan fisik irigasi. Saat ini seluruh paket masih berada pada tahap penyusunan dokumen perencanaan sebelum memasuki proses lelang.

“Proses perencanaan ditargetkan selesai dalam waktu dekat agar pekerjaan fisik dapat segera dimulai. Perbaikan tersebut diharapkan mampu mengembalikan fungsi jaringan irigasi yang rusak akibat bencana,” katanya.

Selain menyiapkan proyek perbaikan melalui mekanisme lelang, pemerintah juga melakukan langkah darurat menggunakan anggaran operasional dan pemeliharaan. Pekerjaan fisik bahkan telah mulai dilaksanakan sejak Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) pergeseran ditandatangani.

Perbaikan darurat diprioritaskan pada kawasan pertanian yang terdampak paling parah, seperti Lubuk Minturun, Guo, Gunung Nago, dan sejumlah wilayah lainnya. Upaya tersebut diharapkan dapat mempercepat kembalinya pasokan air sehingga petani dapat kembali menggarap sawah mereka secara optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....