UNP Pastikan Korban Peluru Nyasar Ditangani Optimal, TNI Akui Bertanggung Jawab

  • 09 Jun 2026 07:52 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Universitas Negeri Padang (UNP) memastikan penanganan terhadap mahasiswa yang menjadi korban peluru nyasar di lingkungan kampus berjalan optimal. Pihak kampus juga menyatakan TNI telah mengakui peluru tersebut berasal dari kegiatan latihan menembak dan bertanggung jawab penuh atas insiden tersebut.

Rektor UNP, Krismadinata, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Selasa, 2 Juni 2026 sekitar pukul 17.00 WIB di halaman rektorat kampus. “Akibat kejadian tersebut, seorang mahasiswa Program Studi Sosiologi bernama Nova Hirantika mengalami luka akibat peluru nyasar. Selain itu, seorang rekan mahasiswa yang berada di lokasi juga turut terdampak,” ujarnya saat memberikan keterangan kepada wartawan di Padang, Senin, 8 Juni 2026.

Krismadinata menjelaskan, saat ini kondisi Nova Hirantika terus menunjukkan perkembangan positif. “Peluru yang bersarang di tubuhnya telah berhasil dikeluarkan dan perlahan mulai dapat beraktivitas secara bertahap. Penanganan dilakukan di Rumah Sakit Tentara Reksodiwiryo Padang, terkait biaya pengobatan, seluruh biaya perawatan korban ditanggung oleh Kodam. Selain itu, TNI juga akan memberikan pendampingan psikologis untuk membantu pemulihan korban pascakejadian,” katanya.

Ia mengungkapkan, selain berkoordinasi di tingkat daerah, UNP juga melaporkan kejadian tersebut kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi. Pihak kampus mengirimkan laporan resmi kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi serta berkomunikasi langsung dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi.

"Kami juga menghubungi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan. Respons pemerintah pusat sangat cepat dan persoalan ini langsung menjadi perhatian pimpinan TNI," ujarnya.

Krismadinata menyebut, hasil investigasi dan uji balistik yang dilakukan TNI menunjukkan peluru yang mengenai korban berasal dari senjata api laras pendek yang digunakan dalam latihan menembak. TNI pun telah mengakui sumber peluru tersebut dan menyatakan bertanggung jawab atas insiden yang terjadi.

Sebagai tindak lanjut, TNI berkomitmen memindahkan lokasi latihan menembak agar tidak lagi berada di sekitar kawasan kampus dan permukiman. “Informasi yang kami terima, TNI sudah menyampaikan bahwa kegiatan latihan tidak akan lagi dilakukan di sekitar Air Tawar. Kami berharap komitmen ini dapat dijalankan sehingga kejadian serupa tidak terulang," katanya.

Mengenai riwayat kejadian serupa, Krismadinata mengungkapkan berdasarkan penelusuran digital dan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, insiden peluru nyasar di kawasan kampus dan sekitarnya pernah terjadi beberapa kali dalam beberapa dekade terakhir. Meski demikian, pihaknya berharap komitmen yang telah disampaikan TNI dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat, khususnya calon mahasiswa dan orang tua yang akan memilih UNP sebagai tempat menempuh pendidikan.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. Anak-anak yang kuliah di UNP dapat belajar dengan aman karena sudah ada jaminan dan komitmen bahwa peristiwa seperti ini tidak akan terjadi lagi," ucapnya. UNP juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang memberikan perhatian terhadap kejadian tersebut serta kepada TNI yang dinilai responsif dalam memberikan pertolongan dan penanganan kepada korban

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....