Industri Pengolahan Dongkrak Kinerja Ekspor Sumbar hingga 30,22 Persen
- 02 Jun 2026 15:01 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar) mencatat, aktivitas perdagangan internasional dari daerah ini menunjukkan perkembangan positif sepanjang awal tahun 2026. Kepala BPS Sumbar, Nurul Hasanudin mengatakan, nilai ekspor dan impor kumulatif daerah ini mencatatkan pertumbuhan yang sangat progresif dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Selama periode Januari hingga April 2026, nilai ekspor kumulatif Sumbar menyentuh angka 1.035,18 juta dollar AS. “Capaian tersebut mencerminkan adanya pertumbuhan sebesar 30,22 persen bila dibandingkan dengan performa ekspor periode Januari–April 2025 yang berada di level 794,92 juta dollar AS,” ujarnya, Selasa, 2 Juni 2026.
Hasan menjelaskan, kenaikan kumulatif yang melampaui sepertiga capaian tahun lalu dimaksud, mengindikasikan menguatnya permintaan pasar global terhadap produk unggulan lokal. “Jika ditelaah menurut sektor pembentuknya, industri pengolahan menjadi penopang utama atas dari akselerasi nilai ekspor selama periode dimaksud,” katanya.
Berdasarkan catatan BPS Sumbar, sektor industri pengolahan tumbuh sebesar 31,91 persen secara tahunan (year-on-year) yang meningkat dari 758,55 juta dollar AS pada awal tahun 2025, menjadi 1.000,59 juta dollar AS pada empat bulan pertama tahun 2026. “Sebaliknya, pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan justru mencatatkan performa negatif. Nilai ekspor pada sektor dimaksud terkoreksi sebesar 9,81 persen menuju level 32,67 juta dollar AS,” kata Hasan.
Menurutnya, kinerja sektor industri pengolahan memberikan andil terbesar dari peningkatan nilai ekspor kumulatif Sumbar. “Sektor industri pengolahan, terutama CPO atau kelapa sawit masih memberikan pengaruh kuat terhadap kinerja ekspor dari Sumbar ke pangsa luar negeri,” ujar Hasan.
Industri hilirisasi komoditas nabati seperti kelapa sawit, masih menjadi primadona bagi pemasukan devisa Sumbar. Jika dirinci berdasarkan tujuan ekspor, negara ekspor tujuan India bertengger sebagai tujuan utama ekspor dengan pangsa pasar mencapai 25,80 persen dari total ekspor Sumbar pada Januari-April 2026.
Nilai ekspor ke India mencapai 267,06 juta dollar AS, yang didominasi oleh kelompok barang lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15) senilai 248,36 juta dollar AS serta sari bahan samak dan celup (HS 32) senilai 11,48 juta dollar AS. Sementara, peringkat kedua negara tujuan utama masih ditempati Pakistan dengan nilai transaksi sebesar 177,39 juta dollar AS dan pangsa pasar mencapai 17,14 persen.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....