Gubernur Sumbar Dorong Petani Cengkeh Solok Olah Daun Jadi Minyak Atsiri

  • 30 Mei 2026 16:32 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, mendorong petani cengkeh di Kabupaten Solok memanfaatkan daun cengkeh yang selama ini terbuang untuk diolah menjadi minyak atsiri bernilai jual tinggi. Hilirisasi komoditas cengkeh dinilai sebagai sumber pendapatan baru yang belum digarap petani secara optimal.

Mahyeldi menyampaikan hal itu saat menghadiri panen raya cengkeh di kawasan perkebunan seluas sekitar 400 hektare di Bukit Batu Agung, Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok, Sabtu, 30 Mei 2026. Hasil panen tahun ini disebut jauh lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.

"Daun cengkeh yang selama ini belum dimanfaatkan memiliki nilai ekonomi yang besar. Kita perlu dukungan perguruan tinggi dan dunia usaha agar potensi ini dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan baru bagi petani," ujar Mahyeldi.

Selain hilirisasi, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga menyiapkan pembangunan jaringan irigasi untuk memastikan ketersediaan air bagi tanaman cengkeh di kawasan tersebut. Mahyeldi menyebut terpenuhinya kebutuhan air akan menjaga produktivitas tanaman sekaligus mengoptimalkan pemupukan.

"Kebutuhan air tanaman harus dipastikan tersedia. Di kawasan ini terdapat potensi sumber air yang bisa dimanfaatkan melalui pembangunan jaringan pipa. Jika kebutuhan air terpenuhi, produktivitas tanaman akan lebih terjaga dan pemupukan juga bisa dilakukan lebih optimal,” ujar Mahyeldi.

Sementara itu, Bupati Solok, Jon Firman Pandu, menyambut baik perhatian pemerintah provinsi terhadap pengembangan sentra cengkeh di daerahnya. Dukungan infrastruktur dan program pengembangan komoditas disebut menjadi harapan besar bagi masyarakat petani Kabupaten Solok.

"Kami berterima kasih kepada Pak Gubernur yang hadir langsung bersama masyarakat. Dukungan terhadap pengembangan sentra cengkeh menjadi harapan besar bagi masyarakat Kabupaten Solok," kata Jon Firman Pandu.

Minyak atsiri cengkeh merupakan komoditas bernilai tinggi yang banyak digunakan dalam industri farmasi, kosmetik, dan makanan. Indonesia merupakan salah satu produsen minyak atsiri cengkeh terbesar di dunia, namun sebagian besar petani lokal belum memanfaatkan potensi ini secara maksimal akibat keterbatasan teknologi pengolahan dan akses pasar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....