Bus Shalawat Berhenti sementara jelang Puncak Haji
- 24 Mei 2026 05:38 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Pemerintah menghentikan sementara layanan bus selawat menjelang puncak ibadah haji di Arab Saudi. Kebijakan itu berlaku bagi seluruh jemaah Indonesia mulai 22 Mei 2026.
Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Padang, M. Rifki, mengatakan penghentian dilakukan karena kepadatan Masjidil Haram meningkat. Pemerintah juga meminta jemaah menjaga kondisi fisik menjelang Armuzna.
Rifki menjelaskan bus selawat biasanya melayani perjalanan hotel menuju Masjidil Haram selama 24 jam. Layanan itu dihentikan sementara mulai tanggal 22 Mei dan dijadwalkan kembali beroperasi pada Minggu, 31 Mei 2026 .
“Jemaah diharapkan fokus ibadah di hotel dulu menjelang Armuzna. Kami meminta jemaah agar tidak memaksakan aktivitas berat di luar hotel,” kata Rifki, Jumat, 22 Mei 2026.
Menurut Rifki, cuaca panas dan kepadatan kawasan Masjidil Haram meningkatkan risiko kelelahan jemaah. Kondisi tersebut dinilai berbahaya bagi jemaah lanjut usia dan penderita penyakit bawaan.
PPIH juga meminta keluarga di Tanah Air mengurangi komunikasi dengan jemaah mulai 8 Zulhijah. Langkah itu dilakukan agar jemaah lebih fokus menjalani rangkaian ibadah wajib.
“Silakan berkomunikasi sampai 7 Zulhijah saja. Setelah itu biarkan jemaah fokus beribadah dan memperbanyak doa,” ujar Rifki.
Selain pembatasan aktivitas, pemerintah menyiapkan makanan siap saji selama jemaah berada di Arafah dan Mina. Paket makanan diberikan untuk memastikan kebutuhan konsumsi tetap terpenuhi selama puncak haji berlangsung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....