Kekerasan pada Anak Usia Dini Tinggalkan Trauma Mendalam

  • 24 Mei 2026 13:35 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Anak usia dini yang mengalami kekerasan di lingkungan keluarga dinilai berisiko mengalami trauma psikologis berkepanjangan. Kondisi tersebut dapat mempengaruhi perkembangan emosional dan kemampuan sosial anak hingga dewasa.

Guru Besar Bidang Konseling Keluarga dan Masyarakat Universitas Negeri Padang, Yarmis Syukur mengatakan, anak usia dini merupakan kelompok yang sangat rentan karena belum memiliki kemampuan untuk melindungi diri maupun menyampaikan pengalaman yang dialaminya. Menurutnya, pengalaman kekerasan pada usia dini termasuk dalam kelompok peristiwa traumatik yang dapat meninggalkan kesan psikologis mendalam. Trauma tersebut dapat mempengaruhi cara anak berinteraksi dengan lingkungan sosial ketika tumbuh dewasa.

“Anak-anak usia dini yang mengalami kekerasan sering kali tidak mampu mengungkapkan apa yang mereka alami. Padahal pengalaman traumatik itu bisa membekas sangat kuat hingga mereka dewasa,” kata Yarmis Syukur, Minggu, 24 Mei 2026.

Ia menjelaskan, dalam sejumlah kasus konseling ditemukan adanya remaja atau orang dewasa yang mengalami kesulitan bergaul akibat pengalaman buruk pada lima tahun pertama kehidupannya. Kondisi tersebut membuat sebagian individu merasa tidak nyaman berinteraksi dengan orang di luar keluarga inti.

Menurut Yarmis, keluarga besar memiliki peran penting dalam memberikan perlindungan terhadap anak yang mengalami kekerasan. Kepedulian dari lingkungan keluarga dinilai dapat membantu mendeteksi dan mencegah kekerasan terjadi lebih lanjut.

“Ketika anak mengalami kekerasan, keluarga besar harus hadir dan peduli terhadap kondisi anak tersebut. Akar persoalan terjadinya kekerasan juga perlu ditelusuri agar penanganannya tidak hanya berhenti pada korban,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....