Pesisir Selatan Ikut Perkuat Koordinasi Cegah Karhutla di Sumbar
- 23 Mei 2026 01:14 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Sumatera Barat menggelar Apel Siaga Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan yang melibatkan seluruh kabupaten dan kota di provinsi itu menjelang musim kemarau. Pesisir Selatan turut hadir memperkuat koordinasi lintas daerah dalam sistem penanganan bencana yang lebih terpadu.
Apel siaga berlangsung di Pasia Laweh, Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam, Kamis, 21 Mei 2026. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Pesisir Selatan Armen hadir mewakili bupati bersama unsur TNI, Polri, BPBD kabupaten dan kota, serta relawan kebencanaan dari berbagai daerah.
Armen menjelaskan pengendalian kebakaran hutan dan lahan tidak bisa ditangani satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi menyeluruh dari pemerintah, aparat keamanan, hingga masyarakat di tingkat nagari.
"Pencegahan karhutla tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan sinergi dan kesiapsiagaan bersama agar potensi kebakaran dapat dicegah sejak dini dan penanganannya bisa dilakukan dengan cepat," kata Armen.
BPBD Pesisir Selatan terus memantau sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran lahan. Koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan nagari juga terus ditingkatkan sebagai bagian dari sistem peringatan dini di tingkat tapak.
Selain pengawasan lapangan, edukasi kepada masyarakat diperkuat untuk meningkatkan kesadaran bahaya pembakaran lahan sembarangan. Armen menyebut sebagian besar kebakaran lahan berawal dari aktivitas manusia yang kurang memperhatikan dampak lingkungan.
Musim kemarau di Sumatera Barat umumnya berlangsung antara Juni hingga September dan kerap menjadi periode paling rawan kebakaran hutan dan lahan. Beberapa wilayah di pesisir barat Sumatera, termasuk Pesisir Selatan, memiliki kawasan gambut dan lahan kering yang mudah terbakar saat curah hujan menurun drastis.
Apel siaga lintas daerah ini menjadi momentum memperbarui komitmen bersama antarwilayah di Sumatera Barat. Sistem penanganan yang cepat dan responsif dinilai hanya bisa terwujud jika koordinasi dibangun jauh sebelum kebakaran terjadi, bukan setelah api sudah meluas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....