RSUD Sungai Dareh Akui Keterbatasan Dokter Spesialis Jadi Kendala Pelayanan

  • 16 Mei 2026 14:16 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Manajemen RSUD Sungai Dareh memberikan klarifikasi terkait pemberitaan antrean pasien yang menjadi sorotan media nasional. Direktur rumah sakit, dr. Fitra Neza, juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan pelayanan yang terjadi pada Rabu, 13 Mei 2026.

Fitra Neza menjelaskan, pada hari tersebut Ombudsman Republik Indonesia membuka gerai pengaduan di lingkungan rumah sakit sejak pagi hingga sore hari. “Tim Ombudsman juga melakukan peninjauan langsung ke sejumlah poliklinik sekitar pukul 09.30 WIB untuk melihat kondisi pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Terkait belum hadirnya dokter spesialis anak di poliklinik pada saat peninjauan, pihak rumah sakit menerangkan dokter yang bersangkutan sedang melakukan visit pasien di ruang perawatan anak dan ruang perinatologi yang membutuhkan penanganan lebih dahulu. "Sementara itu, dokter di poli kebidanan dan kandungan (Obgyn) disebut tengah melakukan pemeriksaan pasien di IGD PONED sehingga belum dapat hadir tepat waktu di poliklinik. Hal tersebut bukan sepenuhnya karena dokter belum berada di rumah sakit, melainkan sedang menjalankan tugas pelayanan lain yang juga bersifat prioritas terhadap pasien,” kata dr. Fitra Neza.

Sedangkan di poli gigi, pihak rumah sakit menyebut dokter sempat meninggalkan ruangan untuk sarapan karena saat itu belum terdapat pasien yang datang untuk pemeriksaan. “Untuk dokter di Poli Gigi kami sudah memberikan teguran, karena keluar dari poliklinik tanpa izin dan menyalahi SOP pelayanan kami,” ujarnya.

Fitra Neza menambahkan, dalam beberapa hari terakhir ruang rawat inap rumah sakit juga kerap penuh sehingga sejumlah pasien harus dirawat sementara di ruang intermediate dekat IGD. Kondisi tersebut membuat dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP) mendahulukan visite pasien rawat inap agar pasien yang sudah memungkinkan dipulangkan dapat segera diproses.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar tempat tidur dapat segera dipersiapkan kembali untuk menerima pasien baru maupun memindahkan pasien dari ruang intermediate. Pihak rumah sakit juga mengakui keterbatasan jumlah dokter spesialis masih menjadi perhatian dan akan terus dibenahi secara bertahap, seiring berkembangnya rumah sakit sebagai rujukan masyarakat Dharmasraya dan daerah sekitarnya.

“Kami memohon maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi," ungkap Fitra Neza. "Kami menerima seluruh masukan dan kritik sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki pelayanan ke depan."

Ia juga meminta dukungan masyarakat terhadap upaya Pemerintah Kabupaten Dharmasraya dalam memenuhi kebutuhan tenaga dokter spesialis. Bupati Annisa Suci Ramadhani, kata Fitra Neza, telah beberapa kali melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia guna memperjuangkan tambahan dokter spesialis bagi rumah sakit tersebut.

“Ibu Bupati sudah berupaya maksimal untuk memenuhi kekurangan dokter spesialis ini, termasuk beberapa kali menemui pihak terkait di tingkat pusat dan Kementerian Kesehatan. Mudah-mudahan kebutuhan dokter spesialis segera dapat terpenuhi agar pelayanan kepada masyarakat semakin prima,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....