Pemko Padang Upayakan Stabilitas Ekonomi Warga jelang Iduladha
- 08 Mei 2026 04:52 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Pemerintah Kota (Pemko) Padang berupaya mengamankan stabilitas ekonomi warga menjelang Iduladha. Salah satunya melalui High Level Meeting (HLM) jajaran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Gedung Putih Kediaman Wali Kota Padang, Kamis, 7 Mei 2026.
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, mengtakan, harga ayam dan telur mulai melandai. Kemudian TPID harga cabai masih fluktuatif.
Namun, yang menjadi sorotan hangat dalam pertemuan tersebut justru isu energi dan distribusi.
Maigus mengungkapkan perihal pengoplosan LPG 3 kg bersubsidi ke tabung non-subsidi secara nasional.
"Ini disinyalir jadi penyebab hilangnya pasokan tabung melon di pasar. Kita harus awasi ketat di lapangan agar hak masyarakat kecil tidak dirampas," ujarnya.
Selain gas, antrean panjang Biosolar di SPBU juga menjadi perhatian karena mulai mengganggu lalu lintas. Pemko mendesak Pertamina untuk transparan soal kuota, sekaligus meminta Dinas Pangan memastikan nelayan tetap mendapatkan jatah BBM subsidi mereka.
Maigus juga mengatakan, ada tiga faktor utama yang berpotensi menggoyang stabilitas ekonomi Padang dalam waktu dekat. Seperti konflik Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak dunia dan tiket pesawat.
Kemudian lonjakan permintaan hewan kurban dan bahan pangan pokok. Termasuk fluktuasi harga BBM yang otomatis mengerek biaya angkut barang.
Tak ingin hanya mengandalkan pasar, Pemko Padang terus menggalakkan solusi jangka panjang melalui Urban Farming. Berkolaborasi dengan Bank Indonesia, program ini sudah melibatkan 200 Kepala Keluarga dari komunitas Majelis Taklim sejak bulan Ramadan lalu.
"Tujuannya satu, ketahanan ekonomi keluarga. Kalau masyarakat bisa tanam cabai sendiri di rumah, mereka tidak akan pusing lagi saat harga di pasar sedang mahal,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....