Disnakerperin Payakumbuh Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarat

  • 28 Apr 2026 00:41 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerperin) Kota Payakumbuh mendorong penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Hal itu melalui Workshop Teknologi Tepat Guna (TTG) Produksi Mesin Pengolahan Sampah Organik.

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Payakumbuh dalam mengembangkan industri logam sebagai sektor unggulan, sekaligus menjawab persoalan lingkungan yang kian mendesak. Peserta mengikuti pelatihan berbasis praktik produksi, mulai dari perancangan hingga perakitan mesin pengolahan sampah organik.

“Kami ingin peserta tidak hanya memahami teori. Akan tetapi mampu memproduksi mesin pengolahan sampah organik secara mandiri dan menawarkan solusi nyata bagi masyarakat,” ujar Sekretaris Disnakerperin, Kota Payakumbuh Donisa Putra, Senin, 27 April 2026.

Menurutnya, industri logam merupakan salah satu sektor unggulan daerah yang terus kami dorong melalui penguatan sumber daya manusia dan pengembangan klaster berbasis KUB. Donisa menilai, pengembangan mesin pengolahan sampah organik menjadi langkah strategis di tengah keterbatasan fasilitas pengelolaan sampah di daerah.

“Kondisi belum tersedianya TPA yang representatif menuntut kita memperkuat pengelolaan sampah dari sumber. Salah satunya melalui pemanfaatan teknologi tepat guna,” katanya.

Ia mengungkapkan, pelatihan tersebut juga diarahkan untuk mendorong kemandirian pelaku IKM dalam memproduksi dan memasarkan produk berbasis kebutuhan masyarakat. “Kami berharap peserta serius mengikuti pelatihan ini dan setelahnya mampu memproduksi serta memasarkan mesin secara mandiri,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perindustrian Disnakerperin Payakumbuh, Elya Harmi mengatakan pelatihan tersebut dirancang untuk meningkatkan keterampilan teknis peserta secara cepat melalui metode praktik langsung. “Pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan peserta dalam memproduksi mesin teknologi tepat guna, khususnya mesin pengolahan sampah organik,” ujarnya.

Ia menyebutkan sebanyak 15 peserta dilibatkan dalam kegiatan tersebut dan berasal dari IKM logam pemula di Kota Payakumbuh. “Selama lima hari, peserta kami bekali pengetahuan teknis sekaligus praktik produksi agar mampu menghasilkan produk secara mandiri,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....