Usung Tema Alam Takambang Jadi Guru, Workshop Skenario Film Digelar di Sumbar

  • 21 Apr 2026 20:37 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Taman Budaya Sumatera Barat menggelar workshop penulisan skenario film bertema “Tanah Suaka: Alam Takambang Jadi Guru” di Gedung Taman Budaya Sumbar pada Selasa 21 April 2026. Kegiatan ini menjadi upaya mendorong lahirnya karya film berbasis budaya lokal dan kepedulian lingkungan.

Workshop ini diikuti oleh 25 peserta yang telah melalui proses seleksi dan akan berlangsung selama dua hari ke depan. Kegiatan tersebut menghadirkan pemateri dari kalangan praktisi film Arief Malinmudo dan penulis Dafriansyah Putra untuk membekali peserta dengan kemampuan penulisan skenario film.

Kepala UPTD Taman Budaya Sumbar, M. Devid, mengatakan workshop ini bertujuan memberikan pemahaman dasar mengenai teknik penulisan skenario film. Ia juga menekankan pentingnya menggali tema-tema lokal sebagai sumber cerita film.

“Workshop penulisan skenario film ini bertujuan memberikan pemahaman dasar teknik penulisan skenario film, kemudian mendorong peserta menggali tema-tema lokal sebagai sumber cerita film. Itu sesuai dengan tema kita, tanah suaka, alam takambang jadi guru, ujar Devid.

Selain itu, peserta ditargetkan mampu menghasilkan draft skenario film pendek yang berangkat dari nilai-nilai budaya lokal. Workshop ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran ekologis melalui karya seni film.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, Syaiful Bahri, menyebut kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda yang ingin berkiprah di dunia perfilman. Terutama dalam memahami teknik penulisan skenario dan penyusunan alur cerita.

“Workshop ini sebenarnya ilmu yang diberikan kepada anak-anak muda yang berminat berkiprah di film. Kita mendukung adanya penulis-penulis baru yang lahir dengan membawa nilai-nilai kebudayaan kita menjadi karya seni media baru,” katanya.

Ia berharap melalui kegiatan ini lahir karya film yang tidak hanya menarik, tetapi juga sarat pesan budaya dan kepedulian lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat ekosistem perfilman di Sumatera Barat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....