Padang Kejar Status Kota Gastronomi UNESCO Tahun 2027
- 24 Jul 2026 04:33 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Kota Padang semakin mendekati target menjadi bagian dari Jejaring Kota Kreatif UNESCO (UNESCO Creative Cities Network/UCCN) kategori Gastronomi. Saat ini, dokumen pencalonan (dossier) telah memasuki tahap penyempurnaan akhir sebelum diajukan pada seleksi nasional sebagai pintu menuju pengusulan resmi ke UNESCO pada 2027.
Tahapan tersebut dibahas dalam Rapat Pleno Dossier Padang sebagai Kota Gastronomi yang dipimpin Wali Kota Padang Fadly Amran di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Kamis, 23 Juli 2026. Rapat turut melibatkan Tim Dossier Pusat yang memberikan sejumlah masukan secara virtual melalui Zoom Meeting.
Fadly Amran mengatakan penyusunan dossier menjadi tahapan penting untuk menunjukkan kekuatan kuliner, budaya, dan ekosistem gastronomi Kota Padang kepada dunia internasional. Menurutnya, proses tersebut juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan tema Hari Jadi Kota Padang ke-357 tahun 2026, yakni "Taste of Padang Experience: Padang Road to Gastronomy City".
"Hari ini rapat lanjutan membahas dossier Gastronomy City sebagai langkah untuk menjadi nominasi yang akan diajukan sebagai kota kreatif kepada UCCN. Seluruh stakeholder melalui kolaborasi ABCGM sudah terlibat, dan hari ini kita memperoleh berbagai masukan yang sangat baik untuk penyempurnaan dokumen," ujar Fadly.
Ia optimis Kota Padang mampu melewati seleksi nasional hingga memperoleh rekomendasi Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU). Apabila berhasil meraih status Kota Gastronomi UNESCO, menurutnya, Kota Padang akan memperoleh dampak ekonomi yang besar melalui penguatan sektor kuliner, pariwisata, ekonomi kreatif, dan penyelenggaraan berbagai event.
"Kita berharap Kota Padang dapat lolos seleksi nasional ini, sehingga cita-cita kita bersama menjadikan Kota Padang sebagai Gastronomy City di bawah UNESCO dapat terwujud. Jika hal ini terwujud, maka akan memberikan multiplier effect bagi Kota Padang, terutama di sektor kuliner, pariwisata, dan event," katanya.
Sementara itu, perwakilan Tim Dossier Pusat, Indah Kartika Sari, menyampaikan pengisian dokumen pencalonan Kota Padang telah mencapai 100 persen. Namun, ia meminta sejumlah aspek terus diperkuat, termasuk memasukkan isu kesetaraan gender melalui peran Bundo Kanduang dalam menjaga tradisi dan warisan gastronomi Minangkabau.
"Kami menyarankan agar isu kesetaraan gender dapat dimasukkan ke dalam penyusunan dossier ini. Salah satunya terkait peran sentral Bundo Kanduang dalam tradisi dan pelestarian gastronomi Minangkabau, sehingga menjadi nilai tambah tersendiri dalam penilaian," jelas Indah.
Koordinator Tim Penyusunan Dossier Padang, Haris Satria, mengatakan dossier akan diserahkan kepada tim penilai paling lambat 28 Juli 2026. Setelah itu akan dilakukan verifikasi lapangan, dilanjutkan pengumuman 10 besar Kota Gastronomi Indonesia pada Agustus 2026, kemudian seleksi enam besar sebelum memperoleh rekomendasi KNIU untuk diajukan secara resmi kepada UNESCO pada 2027.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....