Kemendikdasmen Dampingi Penyusunan Kurikulum Kebencanaan di Padang

  • 13 Apr 2026 14:39 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memberikan pendampingan untuk penyusunan model kurikulum kebencanaan pada sekolah atau satuan pendidikan rawan bencana di 3 provinsi di Sumatera. Sekretaris Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, Kemendikdasmen, Muhammad Yusro, Senin, 13 April 2026 mengatakan, terdapat 26 satuan kerja yang didampingi. Masing-masing di Provinsi Aceh 8 sekolah, Sumatera Utara 9 sekolah, dan Sumatera Barat 9 sekolah.

Di Provinsi Sumatera Barat, pendampingan dilaksanakan di SMA Negeri 12 Padang, sebagai sekolah yang terdampak parah banjir bandang pada November 2025 lalu. Dipilihnya SMA Negeri 12 Padang karena sekolah ini mampu bangkit cepat dari musibah.

“Saya kaget juga. Begitu cepat dan luar biasanya pemulihan di SMA Negeri 12 Padang. Tentunya ini kerja sama yang baik dari seluruh pihak, mulai dari sekolah, dinas pendidikan, pemerintah daerah, hingga Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Oleh karena itu, praktik baik ini harus ditulis sebagai pedoman dan ditularkan pada sekolah lain,” ucapnya.

Yusro menjelaskan, dalam penyusunan kurikulum ini, siswa, guru, dan tenaga pendidikan di sekolah dilibatkan. Ia berharap, kurikulum ini menjadi panduan untuk menerapkan mitigasi, penanganan darurat, hingga pemulihan pasca bencana di satuan pendidikan.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala SMA Negeri 12 Padang, Ikhwansyah mengatakan, pemulihan pascabencana banjir bandang bisa dilakukan relatif cepat berkat keikutsertaan seluruh pihak, mulai dari tahap pembersihan material banjir di seluruh sekolah, hingga pembersihan perlengkapan sekolah lainnnya.

“Sehari pascabanjir, saya lantas mengajak seluruh guru rapat darurat. Pada hari yang sama, pembersihan dilakukan. Pengumuman dilakukan secara berantai melalui grup media sosial. Guru dan siswa yang tidak terdampak banjir berdatangan. Perkakas pembersihan dibawa secara mandiri, cangkul, pengki, hingga alat pel. Kemudian bantuan terus berdatangan dari relawan, TNI, Polri, hingga ASN,” tuturnya.

Sebelumnya, akibat banjir bandang November 2025, seluruh ruang di SMA Negeri 12 Padang terendam banjir. Tercatat 90 persen lebih buku di perpustakaan dimusnahkan karena tak bisa lagi digunakan. Begitu juga 100 unit komputer di laboratorium yang tidak bisa lagi menyala.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....