Februari 2026, Penumpang Pesawat Turun, Logistik Laut Sumbar Meningkat
- 08 Apr 2026 21:30 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Pergerakan penumpang angkutan udara di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menunjukkan perlambatan pada Februari 2026, di tengah peningkatan aktivitas distribusi barang melalui jalur laut pada periode tersebut. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar) mencatat, jumlah penumpang pesawat domestik di bandara tersebut pada Februari 2026 mencapai 57.073 ribu orang, menurun sebesar 21,79 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebanyak 73.081 ribu orang.
Kepala BPS Sumbar, Nurul Hasanudin mengatakan, penurunan juga terjadi pada jumlah penumpang yang datang pada periode dimaksud tercatat sebanyak 61.025 ribu orang, atau turun 14,52 persen dibandingkan bulan sebelumnya. “Sementara untuk penerbangan internasional tercatat juga mengalami penurunan pada jumlah penumpang yang berangkat di bandara BIM sebesar 17,59 persen pada Februari 2026,” ujarnya, Rabu, 8 April 2026.
Jumlah pesawat udara penerbangan domestik yang berangkat dari bandara BIM pada Februari 2026 tercatat sebanyak 473 penerbangan atau turun 37,68 persen dibanding bulan sebelumnya yang tercatat sebanyak 759 penerbangan. “Jika dibandingkan Februari 2025 terjadi penurunan sebesar 4,64 persen,” kata Hasan.
Jumlah pesawat udara pada penerbangan internasional yang berangkat dari BIM pada Februari 2026 sebanyak 123 penerbangan. Secara keseluruhan jumlah pesawat yang berangkat dari BIM sebanyak 596 penerbangan yang mengalami penurunan sebesar 34,22 persen dibanding bulan sebelumnya.
“Jika dibandingkan dengan Februari 2025 terjadi penurunan jumlah pesawat yang berangkat dari BIM sebesar 4,33 persen. Sementara itu, pada penerbangan internasional, jumlah penumpang yang datang melalui bandara BIM sebanyak 17.005 ribu orang, atau turun 20,21 persen dibandingkan Januari 2026,” katanya.
Hasan menjelaskan, statistik berbeda terjadi pada angkutan barang melalui jalur laut di pelabuhan Teluk Bayur, Muaro dan Air Bangis yang justru mengalami peningkatan. Jumlah barang yang dimuat melalui sejumlah pelabuhan di Sumatera Barat pada Februari 2026 sebanyak 258,53 ribu ton atau mengalami peningkatan sebesar 7,14 persen dibanding bulan sebelumnya yang tercatat sebanyak 241,30 ribu ton.
“Kami mencatat angkutan barang menunjukkan tren peningkatan, yang mencerminkan aktivitas distribusi logistik tetap berjalan baik. Selain itu, beberapa pelabuhan juga mengalami penurunan volume barang, menunjukkan adanya variasi aktivitas distribusi di masing-masing wilayah,” kata Hasan.
Hasan menambahkan, volume barang yang diangkut tercatat naik dibandingkan bulan sebelumnya, dengan kontribusi terbesar berasal dari pelabuhan Aiar Bangis yang mengalami peningkatan sebesar 59,81 persen dibanding bulan sebelumnya. Sementara jumlah barang yang dimuat di Pelabuhan Teluk Bayur dan Muaro mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,41 persen dan 5,89 persen.
Perkembangan ini menurutnya, mencerminkan adanya pergeseran pola mobilitas masyarakat dan distribusi barang di Sumatera Barat pada awal 2026. “Pergerakan ini menjadi indikator penting untuk melihat tren mobilitas dan distribusi, sehingga dapat menjadi dasar dalam perencanaan ke depan,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....