Sopir Angkot Harap jika Terminal Baru Pasar Raya Tidak Jauh dari Pasar

  • 18 Jun 2026 08:34 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Rencana pembangunan terminal angkutan kota (angkot) dalam revitalisasi Pasar Raya Padang disambut positif oleh para pengemudi angkot. Mereka berharap terminal yang dibangun mampu menciptakan ketertiban transportasi tanpa mengurangi kemudahan akses masyarakat menuju pusat perdagangan.

Salah seorang sopir angkot trayek Aur Duri, Santo, mengatakan pembangunan terminal merupakan langkah yang baik untuk menata kawasan Pasar Raya. Namun, ia mengingatkan agar lokasi terminal tetap berada dekat dengan pusat aktivitas masyarakat.

“Kalau terminalnya dibuat, cukup bagus, tapi harus dipastikan di mana lokasi terminal itu. Karena kalau terminalnya jauh dari pasar nanti tidak ada penumpang yang naik,” ujar Santo saat ditemui di kawasan Pasar Raya, Rabu, 17 Juni 2026.

Agen angkot trayek Indarung, David, juga menilai lokasi terminal menjadi faktor penting dalam mendukung aktivitas masyarakat. Ia mengatakan sebagian besar penumpang datang ke Pasar Raya untuk berbelanja dan membutuhkan akses transportasi yang dekat dengan pasar.

“Masalahnya orang belanja di pasar dengan barang bawaan dan ingin langsung pulang. Jadi kalau terminalnya jauh tentu akan menyulitkan masyarakat yang bawa barang yang ingin pulan dan sebaliknya,” ujar David.

Sementara itu, sopir angkot trayek Indarung, Noval, berharap pembangunan terminal dapat menghadirkan kenyamanan dan ketertiban. Menurutnya, saat ini banyak angkot dari berbagai trayek berkumpul di lokasi yang sama sehingga membuat kawasan menjadi kurang tertata.

“Kalau dibuat terminal, dibuat kenyamanan, ketertiban dan keamananya. Soalnya sekarang angkot dari segala arah sudah ada di sini, jadi kenyamanan kurang dan ketertiban juga kurang,” ujar Noval.

Harapan serupa juga disampaikan salah seorang penumpang angkot, Fina, mengatakan mendukung pembangunan terminal sebagai bagian dari revitalisasi Pasar Raya. Ia meminta lokasi terminal tidak dipindahkan terlalu jauh dari kawasan perdagangan.

“Ya, baguslah kalau ada pembangunan terminal angkot lagi, tapi jangan jauh-jauh. Pasarnya di sini, kalau terminalnya jauh kan tidak mungkin, bagusnya dekat-dekat sini seperti dulu,” kata Fina.

Menurut Fina, angkot masih menjadi sarana transportasi yang dibutuhkan masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari. Selain digunakan untuk berbelanja ke Pasar Raya, angkot juga menjadi pilihan ketika kondisi lalu lintas padat dan bagi warga yang tidak terbiasa menggunakan layanan transportasi berbasis aplikasi.

Para sopir dan penumpang berharap revitalisasi Pasar Raya tidak hanya memperbaiki infrastruktur kawasan perdagangan, tetapi juga menghadirkan sistem transportasi yang lebih tertib, nyaman, dan mudah diakses masyarakat. Keberadaan terminal yang terintegrasi dengan aktivitas pasar dinilai menjadi kunci agar mobilitas warga tetap lancar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....