Peran Orang Tua Krusial Cegah Dampak Negatif Media Sosial pada Anak
- 08 Apr 2026 14:32 WIB
- Padang
Meningkatnya kasus kekerasan, eksploitasi, hingga kecanduan digital pada anak seiring penggunaan media sosial dan internet menjadi perhatian serius. Psikolog menilai, kondisi ini berkaitan erat dengan perkembangan otak anak yang belum matang, sehingga rentan terhadap berbagai pengaruh negatif.
Psikolog, Dr. Farah Aulia mengatakan, pada anak di bawah usia 16 tahun, bagian otak seperti prefrontal cortex yang berfungsi mengontrol perilaku dan pengambilan keputusan belum berkembang sempurna. Sementara itu, sistem limbik yang mengatur emosi dan dorongan justru sudah aktif, sehingga memicu ketidakseimbangan antara kontrol diri dan keinginan.
“Kondisi ini membuat anak lebih mudah terdorong melakukan perilaku berisiko, termasuk dalam penggunaan media sosial. Apalagi, platform digital bekerja dengan sistem reward berupa notifikasi, like, dan komentar yang memicu hormon dopamin, sehingga menimbulkan rasa senang dan kecanduan,” kata Dr. Farah Aulia, Rabu, 8 April 2026.
Ia menyampaikan, dampak media sosial tidak hanya dilihat dari durasi penggunaan, tetapi juga jenis konten yang diakses. Konten kekerasan, pornografi, hingga standar kecantikan yang tidak realistis dapat memicu kecemasan, depresi, hingga krisis kepercayaan diri, terutama pada remaja.
“Fenomena fear of missing out (FOMO) juga turut memperburuk kondisi psikologis anak. Keinginan untuk selalu mengikuti tren membuat anak terus membandingkan dirinya dengan orang lain di media sosial, yang berdampak pada rendahnya harga diri anak,” ujarnya.
Dr. Farah Aulia yang juga Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni, Fakultas Psikologi dan Kesehatan, Universitas Negeri Padang menegaskan, pembatasan penggunaan media sosial saja tidak cukup untuk melindungi anak. Tanpa edukasi dan pendampingan, larangan justru berpotensi tidak efektif karena anak tidak memahami alasan di balik pembatasan tersebut.
“Untuk itu, peran orang tua menjadi kunci utama dalam membentuk ketahanan mental anak. Orang tua diharapkan mampu membangun komunikasi yang baik, memberikan pemahaman, serta menanamkan rasa percaya diri sejak dini, agar anak tidak bergantung pada validasi dari media sosial,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....