Pariwisata Tanah Datar Dinilai Berpotensi Besar, Infrastruktur Jadi Tantangan

  • 01 Apr 2026 08:23 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang — Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Sumatera Barat, Luhur Budianda, menegaskan bahwa sektor pariwisata memiliki multiplier effect besar terhadap perekonomian daerah jika dikelola secara optimal. Ia menyebut destinasi wisata tidak hanya berfungsi sebagai tempat rekreasi, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan sektor lain seperti UMKM, transportasi, dan perhotelan.

Hal tersebut disampaikannya dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 yang dirangkai dengan pembahasan tematik stunting di Aula Kantor Bupati Tanah Datar, Selasa (31/3/2026). Menurutnya, destinasi wisata di Kabupaten Tanah Datar selama ini telah menjadi magnet kunjungan masyarakat.

Luhur Budianda menekankan perlunya perubahan paradigma dalam pengelolaan sektor pariwisata ke depan. Ia berharap destinasi wisata tidak lagi sekadar menjadi tempat rekreasi, melainkan berkembang menjadi sektor bisnis yang mampu menarik investasi.

“Ke depan, kita berharap terjadi perubahan paradigma, dari sekadar tempat rekreasi menjadi sektor bisnis yang mampu menarik investasi,” ujar Luhur. Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya penguatan peran pariwisata sebagai penggerak ekonomi daerah.

Sementara itu, Bupati Tanah Datar Eka Putra menyoroti persoalan infrastruktur jalan yang masih menjadi kendala utama dalam menarik investor. Ia mengungkapkan bahwa minat investasi ke Tanah Datar cukup tinggi, namun masih terkendala kondisi sejumlah ruas jalan yang rusak.

“Beberapa investor yang ingin ke Tanah Datar komplain kepada kami karena kondisi jalan yang rusak. Padahal, jalan tersebut merupakan kewenangan provinsi. Ini menjadi salah satu kendala dalam meningkatkan sektor pariwisata,” ungkapnya. Ia menilai persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah provinsi.

Eka Putra berharap adanya dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui alokasi dana Transfer ke Daerah (TKD), khususnya untuk perbaikan jalan provinsi. Ia mencontohkan ruas jalan Panti Rambatan yang terdampak bencana banjir bandang galodo 2024 dan hingga kini masih membutuhkan penanganan serius.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....