Pemkab Solok Selatan Imbau Kewaspadaan usai Insiden Tenggelam di Embung Pauh Duo
- 30 Mar 2026 16:44 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan menyampaikan duka mendalam atas kecelakaan yang terjadi di embung Lasuang Batu, Nagari Kapau Alam, Kecamatan Pauh Duo, jelang akhir pekan lalu. Peristiwa tragis tersebut menjadi pengingat penting bagi pemerintah dan masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas, terutama di wilayah yang rawan kecelakaan.
Hal ini disampaikan Wakil Bupati Solok Selatan, Yulian Efi, saat memimpin Apel Gabungan ASN perdana usai libur Lebaran di Halaman Kantor Bupati, Senin 30 maret 2026. Ia menegaskan kejadian tersebut harus menjadi pelajaran bersama untuk meningkatkan kewaspadaan serta upaya mitigasi risiko di daerah-daerah yang berpotensi membahayakan.
“Peristiwa kecelakaan yang terjadi di embung Lasuang Batu ini menjadi pengingat untuk kehati-hatian dan mitigasi di wilayah Solok Selatan, terutama di daerah rawan. Seperti di embung itu terlihat tenang, namun ternyata menghanyutkan,” ujar Yulian.
Sejalan dengan itu, Kepala Pelaksana BPBD Solok Selatan, Novi Hendrix, juga mengingatkan masyarakat agar senantiasa berhati-hati ketika beraktivitas di lokasi berisiko, termasuk embung yang memiliki kedalaman air cukup tinggi. Ia menekankan tempat penampungan air seperti embung tidak selalu aman untuk kegiatan berenang, apalagi bagi mereka yang memiliki kemampuan berenang terbatas.
“Kami menghimbau masyarakat agar lebih waspada dan mempertimbangkan risiko sebelum melakukan aktivitas di tempat-tempat seperti ini,” kata Novi.
Selain itu, Novi juga mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah terpengaruh oleh tantangan berbahaya yang dapat mengancam keselamatan diri. Ia menegaskan pentingnya kesadaran individu dalam menyaring informasi maupun ajakan yang berpotensi merugikan.
BPBD Solok Selatan sendiri telah melakukan berbagai upaya mitigasi dengan memetakan potensi bencana melalui Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) dan Kajian Risiko Bencana. Kedua dokumen tersebut telah disosialisasikan kepada masyarakat sebagai langkah preventif agar risiko kejadian serupa dapat diminimalisir.
“Untuk kasus kali ini murni karena kecelakaan. Untuk itu sekali lagi kami ingatkan kepada masyarakat untuk berhati-hati dan waspada dalam berkegiatan,” tutupnya.
Diketahui, pada Jumat lalu, seorang remaja dilaporkan tenggelam di embung tersebut. Korban diduga nekat menyelam setelah menerima tantangan dari media sosial dengan imbalan uang. Meski sempat berusaha diselamatkan oleh rekan-rekannya, korban akhirnya tenggelam.
Tim SAR bersama BPBD segera turun ke lokasi untuk melakukan pencarian dan penyelamatan. Namun, saat korban berhasil ditemukan pada malam harinya, nyawanya tidak dapat lagi diselamatkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....