Pengabdian Mahasiswa UNP di Koto Pulai Berakhir, Mitigasi Bencana Diperkuat

  • 01 Mar 2026 00:13 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) Biologi FMIPA Universitas Negeri Padang (UNP) telah melakukan pengabdian masyarakat setempat di Koto Pulai, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Satu bulan penuh berada di Koto Pulai, seluruh mahasiswa meninggalkan lokasi bencana tersebut, Sabtu, 28 Februari 2026.

Program pengabdian masyarakat bertajuk"Pemulihan Pascabencana Berbasis Kebiasaan Bencana dan Inovasi Biologi. "Kolaborasi antara Pemko Padang, UNP, dan masyarakat adalah kekuatan utama dalam memastikan Koto Pulai tidak hanya pulih, tapi juga lebih tangguh menghadapi tantangan di masa depan," ujar Staf Ahli Pemko Padang, Syahrial Kamat saat menutup pengabdian masyarakat di Masjid Al-Munawwarah.

Syahrial menegaskan, berakhirnya program itu diharapkan Kelurahan Koto Pulai dapat menjadi model bagi daerah lain dalam memadukan inovasi akademik dengan kearifan lokal untuk mitigasi bencana. Program yang diinisiasi UNP diharapkan juga dapat membangkitkan kembali semangat dan ketangguhan warga pascabencana melalui pendekatan ilmiah dan pemberdayaan lokal.

Selama masa pelaksanaan yang dimulai sejak 28 Januari 2026, mahasiswa di bawah bimbingan dosen pembimbing Sandi Francisco Pratama, Rijal Satria, dan Fitri Olivia Rahmi, memberikan berbagai materi edukasi strategis kepada masyarakat. Warga diajak memahami kaitan antara kelestarian alam dengan pencegahan bencana.

Kemudian memetakan potensi bahaya dan langkah mitigasi mandiri. Kemudian menjadikan kewaspadaan sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat sehari-hari.

Program ini mengedepankan Inovasi Biologi sebagai instrumen pemulihan. Inovasi ini diimplementasikan melalui pemberdayaan ibu-ibu TP PKK dan remaja masjid di Kelurahan Koto Pulai.

“Program ini membuktikan sinergi antara akademisi, Pemko dan masyarakat adalah kunci utama dalam pemulihan pascabencana yang efektif. Melalui keterlibatan aktif remaja masjid, diharapkan estafet kepedulian lingkungan terus berlanjut bahkan setelah program ini berakhir,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....