UNP dan Universitas Jambi Terapkan Teknologi Bypass untuk Mitigasi Banjir

  • 07 Agt 2026 06:56 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Tim Pengabdian Universitas Negeri Padang (UNP) bersama Universitas Jambi menggelar Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Reguler bertajuk Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Komunitas dalam Penerapan Teknologi Bypass Aliran Air untuk Reduksi Risiko Banjir Kota Padang. Kegiatan berlangsung di Sekretariat Sakato Sawahan Community Hub, Sawahan Timur, Kota Padang, Rabu 5 Agustus 2026.

Program tersebut merupakan Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat dengan ruang lingkup Pemberdayaan Masyarakat Pemula yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan diikuti perwakilan Sakato Community Hub, Growth Community, Relawan Rumah Zakat Padang, dosen, serta mahasiswa. Fokus utama kegiatan adalah memperkenalkan teknologi bypass aliran air sebagai alternatif solusi untuk mengurangi risiko banjir di kawasan perkotaan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas.

48.84%

Ketua Tim Pengabdian, Fitra Armando, mengatakan banjir yang terus berulang di Kota Padang menunjukkan perlunya inovasi dalam upaya mitigasi bencana. "Teknologi bypass dirancang untuk mempercepat aliran air dari titik genangan menuju saluran yang memiliki kapasitas lebih besar sehingga genangan dapat berkurang lebih cepat," ucapnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan konsep mass balance, banjir terjadi ketika volume air yang masuk ke suatu kawasan lebih besar dibandingkan kemampuan sistem drainase mengalirkannya keluar. Karena itu, percepatan aliran air keluar menjadi salah satu pendekatan yang dinilai mampu membantu mengurangi dampak banjir di wilayah perkotaan.

Sementara itu, Rama Dhonal dari Universitas Jambi menambahkan,banjir tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik, tetapi juga memicu kerugian ekonomi, mengganggu aktivitas masyarakat, serta meningkatkan berbagai risiko sosial. "Maka , diperlukan solusi yang tidak hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga melibatkan partisipasi masyarakat," ucapnya.

Dalam kegiatan tersebut, tim pengabdian juga mendemonstrasikan penggunaan alat bypass aliran air sekaligus menyerahkan perangkat kepada mitra sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program. Para peserta diberi kesempatan mencoba langsung pengoperasian alat serta berdiskusi mengenai potensi penerapannya di kawasan yang rawan banjir.

Perwakilan Sakato Community Hub, Suci Febrianti Irem, mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap kerja sama dengan perguruan tinggi dapat terus berlanjut, terutama dalam bentuk pendampingan teknis. Hal senada disampaikan Fitriyani Tasya dari Growth Community yang berharap kegiatan serupa dilaksanakan secara berkelanjutan guna meningkatkan kapasitas komunitas dalam mitigasi bencana banjir.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas, program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat ketangguhan masyarakat menghadapi ancaman banjir. Selain menghadirkan inovasi teknologi tepat guna, kegiatan ini juga mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pengurangan risiko bencana melalui edukasi, kolaborasi, dan penerapan teknologi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....