Pemko Payakumbuh Perkuat Pengawasan Program MBG
- 24 Feb 2026 05:32 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang- Pemerintah Kota Payakumbuh komitmen untuk menyukseskan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan tepat sasaran, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di Payakumbuh. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Zulmaeta melalui Sekretaris Daerah, Rida Ananda, saat Rapat Koordinasi (Rakor) Program MBG di Ruang Pertemuan Riza Falepi, Balai Kota Payakumbuh, Senin 23 Februari 2026.
Dalam sambutannya, Rida menyampaikan Program MBG merupakan program strategis nasional yang di canangkan pemerintah pusat sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang sehat, cerdas dan produktif menuju Indonesia Emas 2045. Melalui program ini, memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang baik agar tumbuh sehat, terhindar dari stunting dan anemia, serta lebih fokus dalam belajar.
"Keberhasilan program ini membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk keterlibatan UMKM dan pelaku usaha pangan lokal agar dampaknya tidak hanya pada kesehatan, tetapi juga terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan meringankan beban pengeluaran keluarga," kata Rida.
Rida menjelaskan di Kota Payakumbuh telah terdaftar 30 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sebanyak 19 unit telah beroperasi dan melayani penerima manfaat. Sementara 11 unit lainnya masih dalam tahap persiapan administrasi dan teknis.
"Dari seluruh SPPG tersebut, empat unit di antaranya telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai bentuk komitmen terhadap standar keamanan dan kelayakan pangan. Sebab, penerapan standar keamanan pangan sangat penting sehingga dijaga secara ketat dan konsisten agar tidak terjadi kasus keracunan maupun kejadian lain yang dapat merugikan kesehatan penerima manfaat," ujarnya.
Sementara itu, Kepala KPPG Pekanbaru, Syartiwidya, menambakan sejumlah tantangan dan penguatan pelaksanaan SPPG, mulai dari perencanaan menu yang belum sepenuhnya memenuhi Angka Kecukupan Gizi (AKG), standar porsi yang belum seragam, hingga proses pengolahan dan distribusi makanan yang berpotensi memengaruhi mutu. Oleh karena itu pentingnya penerapan standar Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), pengawasan rantai pasok bahan baku, serta pemanfaatan pangan lokal Sumatera Barat untuk mendukung keberlanjutan program.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....