Batang Kuranji Padang Kini Mengering

  • 03 Feb 2026 20:27 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Sungai Batang Kuranji Kota Padang yang sempat meluap dan memicu banjir bandang di Kota Padang pada akhir 2025, saat ini menunjukkan kondisi yang berbanding terbalik. Beberapa minggu setelah hujan ekstrem berhenti, aliran sungai terlihat menipis, dangkal dan memperlihatkan batu-batu di dasar sungai.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait penyebab surutnya aliran sungai dalam waktu relatif singkat. Fenomena ini dinilai tidak lazim mengingat Batang Kuranji merupakan salah satu sungai besar di Kota Padang.

Dosen Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan Fakultas Pertanian Universitas Andalas (Unand) Prof. Dr. Ir. Dian Fiantis, M.Sc menjelaskan kondisi tersebut merupakan respons alami daerah aliran sungai terhadap hujan ekstrem. Menurutnya, hujan berintensitas tinggi justru dapat melemahkan simpanan air tanah.

"Berdasarkan data Global Precipitation Measurement-Integrated Multi-satellite Retrievals for GPM (GPM IMERG), curah hujan di hulu Batang Kuranji Kota Padang pada 19 hingga 25 November 2025 tercatat melampaui 500 milimeter. Hujan tersebut kembali terjadi dengan intensitas sekitar 190 milimeter hanya dalam dua hari berikutnya," ucapnya, Senin, 2 Februari 2026.

Dian menyampaikan hujan ekstrem itu menyebabkan tanah di wilayah hulu menjadi jenuh sehingga tidak mampu menyimpan air secara optimal. Akibatnya, air hujan berubah menjadi limpasan permukaan yang memicu banjir bandang sekaligus mengangkut sedimen ke badan sungai.

"Sedimen halus dan kasar kemudian mengendap di bagian tengah hingga hilir sungai dan menyebabkan pendangkalan dasar sungai hingga satu sampai dua meter. Namun, setelah hujan berhenti, pasokan air dari bawah permukaan melemah sehingga aliran sungai menurun drastis," terangnya.

Prof. Dian menyebutkan perubahan tutupan lahan di kawasan hulu sebagai faktor utama melemahnya fungsi tanah sebagai penyimpan air alami. Ia menyarankan pemulihan daerah aliran sungai melalui rehabilitasi vegetasi dan pengendalian erosi menjadi kunci agar Batang Kuranji tetap stabil di musim hujan maupun kemarau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....