Pemko Padang dan Jerman Revitalisasi Sungai Batang Arau

  • 28 Jan 2026 16:58 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Revitalisasi Sungai Batang Arau dapat dilakukan melalui pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) terpusat dengan teknologi Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR). Hal itu disampaikan Wali Kota Padang Fadly Amran saat mengikuti rapat secara virtual bersama Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Republik Indonesia, dari Gedung Putih Rumah Dinas, Selasa, 28 Januari 2026.

Rapat ini membahas kerja sama Pemerintah Kota Padang dan Jerman terkait rencana revitalisasi Sungai Batang Arau. Teknologi MBBR dikenal efisien dalam mengolah air limbah dengan memanfaatkan media plastik khusus (carrier) sebagai tempat tumbuh kembang bakteri pengurai polutan. Sistem perpipaan air limbah nantinya dirancang terpisah sepenuhnya dari jaringan drainase air hujan.

“Fasilitas ini dirancang untuk melayani sekitar 99.000 jiwa dengan kurang lebih 8.000 sambungan rumah. Teknologi MBBR dinilai mampu mengolah limbah domestik secara efektif dan ramah lingkungan,” katanya.

Selain itu turut dibahas agenda pengurangan emisi dan penguatan transportasi publik. Pemerintah Kota Padang mengajukan pengadaan Bus Trans berbasis baterai atau listrik.

Berdasarkan kajian GIS CINA, kebutuhan ideal armada Bus Trans Padang mencapai 32 unit untuk Koridor 1 dan 17 unit untuk Koridor 2. Hingga tahun 2026, Pemerintah Kota Padang telah mengoperasikan 20 unit bus di Koridor 1 dan 12 unit di Koridor 2, sehingga masih terdapat kekurangan sebanyak 17 unit bus.

“Pengadaan bus listrik ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas layanan, dan menekan biaya operasional jangka panjang. Kemudian mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, serta menurunkan emisi karbon di sektor transportasi,” ujarnya.

Fadly berharap, proyek revitalisasi Sungai Batang Arau dan pengadaan bus listrik dapat terwujud. Dengan demikian bisa memberikan dampak positif yang signifikan bagi Kota Padang, baik dari aspek kualitas lingkungan, kesehatan masyarakat, maupun efisiensi transportasi.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon KLH/BPLH RI Ary Sudijanto mendukung penuh upaya ini. Ia menyampaikan Pemerintah Kota Padang telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Hildesheim, Jerman, sejak tahun 1988.

"Kami berharap proyek revitalisasi Sungai Batang Arau dan pengadaan Bus Trans Padang  berbasis baterai dapat terwujud. Ini mampu memperkuat kualitas lingkungan hidup sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di Kota Padang,” katanya. (*).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....