Gubernur Sumbar Mahyeldi Iktikaf di Masjid Tertua Luak Lima Puluh Kota
- 24 Feb 2026 07:28 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Gubernur Mahyeldi memimpin Tim Safari Ramadan Provinsi Sumatera Barat mengunjungi Masjid Raya Balai Gadang Mungo, Senin 23 Februari 2026 . Masjid bersejarah yang berdiri sejak 1914 itu merupakan yang tertua di Kecamatan Luak, Kabupaten Lima Puluh Kota.
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh masyarakat setempat yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Pada kesempatan itu Mahyeldi menyerahkan bantuan sebesar Rp25 juta dan 20 buah Al-Qur'an untuk mendukung aktivitas keagamaan di masjid.
Dalam sambutannya, Mahyeldi menjelaskan, tingginya permintaan kunjungan dari berbagai masjid di Sumbar menjadi alasan disusunnya rangkaian agenda Safari Ramadan. Program tersebut mencakup pelaksanaan salat tarawih, iktikaf, hingga salat subuh berjamaah.
“Karena banyaknya surat masuk dan permintaan kunjungan, akhirnya kita susun rangkaian Safari Ramadan," ujarnya. "Mulai dari tarawih, iktikaf, sampai subuh berjamaah."
Mahyeldi menambahkan, kegiatan malam hari selalu dilanjutkan dengan pertemuan dan koordinasi bersama kepala daerah serta dinas terkait pada pagi harinya. Hal ini dilakukan agar program pembangunan dan pelayanan masyarakat berjalan selaras di seluruh daerah.
Mahyeldi juga menyampaikan pesan khusus kepada generasi muda untuk memperkuat iman dan akhlak sebagai fondasi utama masa depan daerah. “Mari kita beri perhatian penuh kepada anak-anak muda kita," kata Gubernur Mahyeldi. "Mereka adalah harapan keberlanjutan daerah ke depan. Pemimpin masa depan harus bisa memakmurkan masjid dan membawa generasi muda lebih dekat kepada Allah dan Al-Qur’an."
Sementara itu, Ketua Pengurus Masjid Raya Balai Gadang Mungo, Khairul, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Gubernur Sumbar beserta rombongan, termasuk Wakil Bupati, kepala dinas tingkat provinsi dan kabupaten, wali nagari, serta camat setempat. “Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Gubernur yang telah berkenan hadir dan beriktikaf di masjid kami ini. Kehadiran beliau menjadi kebanggaan dan harapan besar bagi kami,” ujarnya.
Khairul menjelaskan, masjid yang dulu dikenal dengan nama Surau Gadang ini tetap aktif melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan. Salah satu tradisi yang terus dijaga adalah iktikaf 10 hari terakhir Ramadan yang diikuti sekitar 25 pemuda dengan pendanaan dari masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....