Paruik Ayam, Kuliner Khas Langka namun Tetap Diburu

  • 30 Jun 2026 17:07 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Di tengah gempuran tren camilan modern dan viral di media sosial, kuliner tradisional khas Minangkabau bernama paruik ayam, hingga kini rupanya tetap eksis dan diburu para pecintanya. Meski keberadaannya mulai langka, kesederhanaan rasa dari penganan berbahan dasar singkong ini terbukti mampu menembus batas generasi sekaligus menjadi sumber energi yang baik bagi tubuh.

Pada salah satu pasar tradisional di Kota Padang, aroma khas singkong goreng bercampur manisnya parutan kelapa menyeruak di antara hilir mudik pembeli. Sumbernya berasal dari sebuah warung kayu kecil yang menjajakan paruik ayam, kuliner tradisional Sumatera Barat yang kini mulai langka namun tetap setia dinanti para pemburu cita rasa autentik.

Kudapan terbuat dari parutan singkong yang diperas, dicampur kelapa parut, garam, lalu dibentuk bulat memanjang menyerupai bagian dalam ayam sebelum digoreng hingga kuning keemasan. Meski zaman telah bergeser ke era camilan kekinian, paruik ayam membuktikan kesederhanaan rasa justeru membuatnya abadi.

Ida, pemilik warung kayu tersebut mengaku, ia sudah berjualan puluhan tahun, melanjutkan usaha sang ibu. Perempuan berusia 34 tahun ini mengaku, resep paruik ayam yang ia gunakan tidak pernah berubah sejak pertama kali diajari oleh ibunya. Konsistensi itulah yang membuat para pelanggan setia, bahkan yang sudah merantau jauh ke Jakarta pun masih menyempatkan diri singgah ke warung sederhananya setiap kali mudik ke Ranah Minang.

Meski kini harus bersaing ketat dengan berbagai jajanan modern yang bentuknya lebih menarik dan viral di media sosial, ia menuturkan tidak pernah merasa khawatir akan kehilangan pembeli.

“Bagi saya, setiap makanan sudah memiliki rezekinya masing-masing dan paruik ayam punya tempat yang istimewa di hati masyarakat lokal,” ungkapnya, Jumat, 26 Juni 2026.

Sementara itu Fauziah, Ahli Gizi dari RSUP M. Djamil Padang menjelaskan, singkong sebagai bahan utama paruik ayam merupakan sumber karbohidrat kompleks yang sangat baik untuk tubuh.

“Karbohidrat kompleks dalam singkong dicerna lebih lambat oleh tubuh, sehingga memberikan efek kenyang yang lebih lama dan aliran energi yang stabil,” urainya.

Kombinasi singkong dan kelapa parut juga memberikan asupan serat yang baik untuk pencernaan. Bagi masyarakat yang memiliki riwayat kolesterol atau sedang menjaga berat badan, sebaiknya konsumsi dalam batas wajar. Imbangi juga dengan aktivitas fisik dan konsumsi air putih yang cukup.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....