Bukan Cuma Penyakit Lansia, Jantung Bisa Incar Anak Muda
- 30 Sep 2026 19:27 WIB
- Padang
Poin Utama
- Penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian nomor dua di dunia, menyerang organ yang bekerja tanpa henti sejak manusia berada dalam kandungan.
- Penyakit jantung tidak hanya menyerang kelompok lansia, melainkan memiliki spektrum luas yang dapat dialami siapa saja, mulai dari bayi hingga orang tua.
- Kecepatan penanganan sangat menentukan keselamatan jiwa agar sel otot jantung tidak rusak permanen.
RRI.CO.ID, Padang - Peringatan Hari Jantung Sedunia setiap tanggal 29 September menjadi momen krusial guna meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesehatan organ vital. Hal ini terungkap dalam program siaran Obrolan Malam Ruang Kesehatan bersama dokter spesialis untuk mengulas isu tersebut.
Siaran edukasi yang disiarkan pada Selasa, 29 September 2026 tersebut, menghadirkan dr. Harben Fernando, Sp.JP(K) sebagai narasumber. Dokter spesialis jantung dari RSUP Dr M Djamil Padang tersebut memaparkan berbagai ancaman fatal yang mengintai kesehatan masyarakat.
Dalam perbincangan interaktif tersebut dokter Harben menegaskan bahwa penyakit jantung masih menempati posisi penyebab kematian nomor dua di dunia. Organ jantung bekerja tanpa henti sejak manusia berada dalam kandungan sehingga kesehatannya harus dijaga secara konsisten sepanjang waktu.
Anggapan umum yang menilai gangguan jantung hanya mengincar kelompok lansia, ditegaskan dokter Harben sebagai bentuk pemahaman sangat keliru. Dokter Harben menjelaskan bahwa spektrum penyakit jantung justru dapat menyerang siapa saja mulai dari bayi hingga orang tua.
Ada faktor risiko yang tak bisa diubah seperti usia dan keturunan namun kebiasaan merokok masih menjadi pemicu utama. Menurutnya, bahaya paparan asap rokok pada perokok pasif sama buruknya dengan risiko yang dihadapi perokok aktif.
Ancaman lain yang patut diwaspadai adalah hipertensi diabetes kolesterol tinggi serta pola makan masyarakat Minang yang kaya akan santan. Guna menjaga kestabilan tekanan darah asupan garam harian disarankan tidak melebihi batas maksimal sebanyak 3 sendok teh per hari.
Pencegahan penyakit pembuluh darah dapat dimulai melalui konsumsi ikan tinggi omega 3 serta rutin melakukan olahraga setiap hari. Aktivitas fisik seperti berjalan kaki selama 30 menit sehari sebanyak 5 kali seminggu sudah sangat efektif menyehatkan jantung.
Masyarakat kerap mengabaikan alarm bahaya tubuh karena gejala penyakit jantung tidak selalu muncul dalam bentuk nyeri dada tajam. Rasa sesak napas dada berdebar pusing hingga rasa tidak nyaman sering muncul tanpa disadari oleh para penderita di rumah.
Bahkan rasa nyeri pada ulu hati sering disalahartikan masyarakat sebagai gangguan asam lambung atau penyakit maag biasa belaka. Padahal rasa tidak nyaman di area ulu hati tersebut bisa saja menjadi petunjuk awal terjadinya gejala serangan jantung.
Kecepatan membawa pasien ke rumah sakit sangat menentukan keselamatan jiwa karena berlakunya prinsip medis time is muscle. Makin lama penanganan medis ditunda makin banyak sel otot jantung yang mengalami kerusakan permanen akibat kekurangan pasokan oksigen.
Pasien yang mengalami gejala serangan jantung harus segera dirujuk ke fasilitas kesehatan penanganan lengkap seperti RSUP Dr M Djamil. Rumah sakit rujukan utama Sumatra Barat tersebut sudah dilengkapi ruangan khusus Cath Lab PCI untuk tindakan pemasangan cincin.
Mengutip pesan dr Harben Fernando dalam siaran interaktif tersebut pencegahan awal jauh lebih baik daripada mengobati penyakit yang parah. Kesadaran masyarakat untuk merawat kesehatan jantung sejak dini menjadi kunci utama menuju masa depan hidup yang lebih berkualitas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....