Apa yang Terjadi pada Tubuh saat Tertawa
- 24 Sep 2026 17:20 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Tertawa bukan sekadar respons spontan terhadap sesuatu yang lucu atau menyenangkan dalam kehidupan sehari-hari yang kita jalani bersama. Ketika tertawa, tubuh ternyata melibatkan otak, otot, pernapasan, hormon, hingga sistem peredaran darah secara bersamaan dalam waktu singkat.
Menurut WebMD, proses tertawa dimulai ketika otak mengenali sesuatu sebagai lucu, mengejutkan, atau menyenangkan bagi seseorang dalam situasi tertentu. Sinyal dari area otak kemudian mengaktifkan otot wajah, menghasilkan suara, dan mengubah pola pernapasan secara singkat selama tertawa.
Saat tertawa cukup kuat, otot perut dan dada dapat berkontraksi berulang mengikuti ritme suara yang muncul secara alami. Kondisi tersebut membuat pernapasan berubah sementara, sehingga seseorang terkadang merasa sedikit kehabisan napas setelah tertawa lama tanpa jeda.
Tertawa juga dapat memengaruhi sistem saraf otonom yang mengatur berbagai fungsi tubuh tanpa disadari manusia sepanjang waktu alami. Setelah tertawa, tubuh dapat memasuki kondisi lebih rileks karena ketegangan otot perlahan berkurang secara perlahan dan bertahap kembali.
Selain gerakan otot, tertawa berkaitan dengan pelepasan sejumlah zat kimia otak yang berperan dalam pengaturan suasana hati seseorang. Endorfin sering dikaitkan dengan perasaan nyaman setelah tertawa, meskipun respons orang dapat berbeda tergantung situasi dan kondisi tubuh.
Tertawa bersama orang lain memiliki dimensi sosial karena dapat memperkuat rasa kedekatan dan membangun hubungan antarmanusia dalam keseharian. Respons tertawa yang sering membuat percakapan terasa lebih cair, sehingga interaksi sosial berlangsung dengan suasana hangat dan menyenangkan.
Dalam kondisi tertentu, tertawa dapat membantu tubuh melepaskan ketegangan setelah menghadapi situasi yang melelahkan atau penuh tekanan sehari-hari. Namun, tertawa bukan pengganti pengobatan karena manfaatnya terhadap kesehatan dipengaruhi kondisi tubuh dan keadaan setiap individu secara keseluruhan.
Karena itu, menikmati humor secara wajar dapat menjadi bagian sederhana dari kebiasaan yang mendukung kesejahteraan sehari-hari dan hubungan. Tertawa mungkin terlihat sederhana, tetapi respons tersebut menunjukkan hubungan menarik antara otak, tubuh, emosi, dan kehidupan sosial manusia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....