Kualitas Udara Menurun akibat Kabut Asap, Sejumlah Kota di Indonesia Waspada
- 19 Sep 2026 17:13 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Fenomena kabut asap yang diakibatkan oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belakangan ini kembali meresahkan masyarakat di berbagai wilayah perkotaan. Berdasarkan pantauan di sejumlah daerah, kabut tipis hingga pekat tampak jelas menyelimuti ruang publik, menurunkan jarak pandang, serta memicu kekhawatiran serius terhadap kesehatan warga.
Di Kota Padang, Sumatra Barat, kabut asap kiriman tampak jelas menyelimuti kawasan-kawasan utama seperti kawasan Pantai Padang dengan kondisi langit yang terlihat kelabu. Pemerintah daerah bersama aparat kepolisian setempat langsung bergerak cepat dengan memberikan peringatan dini serta mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap fluktuasi kualitas udara harian.
Dampak dari penurunan kualitas udara ini pun dirasakan langsung di sektor kesehatan masyarakat. Puskesmas Ambacang di Kecamatan Kuranji, Kota Padang, misalnya, mencatat adanya lonjakan signifikan pada jumlah kunjungan pasien yang mengeluhkan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi serupa tidak hanya terpusat di Sumatra Barat, melainkan juga meluas ke berbagai kota di wilayah lain di Indonesia. Di Kota Sungai Penuh, Jambi, laporan dari fasilitas kesehatan setempat menunjukkan angka kasus ISPA menembus ratusan hingga ribuan jiwa akibat paparan partikel polutan asap yang kian pekat.
Sementara itu, di Pulau Sumatra bagian tengah lainnya, Kota Pekanbaru juga tidak luput dari cengkeraman kabut asap yang membuat indeks kualitas udara berada pada kategori sangat tidak sehat. Situasi yang sama turut dirasakan jauh di bagian utara Kalimantan, di mana Kota Tarakan mencatatkan angka Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) pada kategori tidak sehat bagi kelompok rentan.
Menanggapi situasi lintas wilayah ini, dinas kesehatan dan instansi terkait di masing-masing kota secara aktif membagikan masker gratis serta mengimbau warga untuk membatasi aktivitas di luar ruangan. Masyarakat, terutama anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita riwayat penyakit pernapasan, sangat disarankan untuk menggunakan pelindung diri yang memadai saat terpaksa beraktivitas di luar rumah.
Pemerintah pusat dan daerah terus mengoptimalkan upaya pemadaman titik api sekaligus mengharapkan kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga lingkungan demi meminimalisasi perluasan karhutla. Dengan langkah mitigasi yang cepat dan kepatuhan warga terhadap protokol kesehatan udara, eskalasi dampak buruk dari bencana kabut asap ini diharapkan dapat segera ditekan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....