Kualitas Udara Tak Sehat, Car Free Day di Padang Dihentikan sementara

  • 11 Sep 2026 16:21 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menghentikan sementara pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Kota Padang pada Minggu, 13 September 2026 menyusul kondisi kualitas udara yang dinilai tidak sehat dalam beberapa hari terakhir. Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah mitigasi untuk melindungi kesehatan masyarakat dari dampak kabut asap.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat, Tasliatul Fuaddi mengatakan, kondisi kualitas udara Kota Padang terus dipantau berdasarkan parameter Indeks Standar Pencemar Udara atau ISPU. Pemantauan tersebut dilakukan melalui alat pemantau yang tersedia di Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat.

“Sesuai dengan kualitas udara dan situasi yang berkembang, dalam beberapa hari ini kita pantau kualitas udara Kota Padang ini sangat tidak sehat. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah untuk menghentikan sementara kegiatan CFD, yang biasanya menjadi ruang masyarakat berolahraga di luar ruangan,” kata Tasliatul Fuaddi, Jumat, 11 September 2026.

Menurutnya, penghentian CFD dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan dan kesehatan masyarakat. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk sementara memilih aktivitas olahraga di dalam ruangan selama kualitas udara masih berada pada kondisi tidak sehat.

“Kita minta kepada masyarakat untuk berolahraga lebih banyak di dalam ruangan. Sementara bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan, diimbau untuk menggunakan masker sebagai upaya mengurangi paparan polutan,” ujarnya.

Tasliatul juga meminta perhatian khusus terhadap kelompok rentan seperti balita, anak-anak, lansia, dan masyarakat yang memiliki penyakit bawaan pada sistem pernapasan, jantung dan paru-paru. Kelompok tersebut dinilai perlu mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi kualitas udara belum membaik.

Tasliatul menjelaskan, sebelumnya juga telah diterbitkan surat edaran Pemerintah Kota Padang terkait mitigasi kabut asap terhadap kesehatan masyarakat. Selain itu, telah terdapat Surat Keputusan Gubernur Sumatera Barat mengenai status siaga darurat bencana kabut asap.

Ia menegaskan, penghentian CFD tersebut belum ditetapkan batas waktunya dan akan dievaluasi berdasarkan perkembangan kualitas udara Kota Padang. Jika pada pekan berikutnya kondisi udara masih berada pada tingkat yang tidak sehat, pemerintah akan mengeluarkan pengumuman lanjutan terkait pelaksanaan CFD.

“Kita hentikan sementara, tidak ada batas waktu. Kita melihat perkembangan kualitas udara kita. Semoga kondisi udara segera membaik sehingga aktivitas masyarakat di ruang terbuka, termasuk CFD, dapat kembali dilaksanakan dengan aman,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....