Fadly Amran Dorong Kolaborasi PDPI Perkuat Kesehatan Masyarakat

  • 20 Sep 2026 00:38 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan pentingnya kolaborasi dengan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dalam memperkuat pembangunan kesehatan masyarakat. Menurutnya, upaya mewujudkan kota sehat perlu dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan pemerintah, organisasi profesi, akademisi, dan masyarakat.

Fadly mengatakan konsep kota sehat tidak hanya berkaitan dengan kondisi kesehatan fisik masyarakat, tetapi juga mencakup kesejahteraan dan kualitas lingkungan. Hal tersebut sejalan dengan arah pembangunan Pemerintah Kota Padang yang menempatkan konsep kota sehat dan kota pintar sebagai bagian dari visi pembangunan daerah.

“Visi kami adalah menggerakkan seluruh potensi untuk mewujudkan Kota Padang sebagai kota sehat dan kota pintar. Kota sehat bukan hanya sehat badannya, tetapi juga sehat kesejahteraannya,” ujarnya dalam rangkaian Konker melalui jamuan makan malam di Rumah Gadang Baiturrahmah, Sabtu, 19 September 2026.

Ia berharap PDPI dapat memberikan masukan dan rekomendasi kepada Pemko Padang dalam menghadapi berbagai persoalan kesehatan masyarakat. Fadly menilai tantangan di bidang kesehatan membutuhkan kerja sama lintas sektor agar upaya peningkatan kualitas kesehatan dapat berjalan lebih optimal.

“Kolaborasi dengan PDPI penting karena tantangan kesehatan membutuhkan keterlibatan pemerintah, organisasi profesi, akademisi, dan masyarakat. Semoga kolaborasi ini semakin kuat dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat PDPI Arief Riadi Arifin mengatakan Konferensi Kerja (Konker) PDPI menjadi forum nasional untuk mengevaluasi kinerja organisasi sekaligus menyelaraskan program antara pengurus pusat dan daerah. Forum tersebut juga menjadi ruang untuk menetapkan arah kebijakan organisasi PDPI ke depan.

Arief menjelaskan Konker PDPI ke-XVIII Tahun 2026 berlangsung pada 16 hingga 19 September 2026 di Kota Padang dengan pusat kegiatan di The ZHM Premiere Hotel. Menurutnya, keputusan memilih Padang sebagai lokasi Konker memiliki pertimbangan khusus karena daerah tersebut memiliki keterkaitan dengan sejarah pendidikan dokter paru di Indonesia.

“Konferensi kerja ini kami laksanakan setiap tahun secara nasional dan untuk yang ke-18 ini kami putuskan dilaksanakan di Padang. Ada filosofinya karena sebagian besar guru-guru kami berasal dari sini,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....