KAI Sumbar Ingatkan Bahaya Merokok bagi Keselamatan Pekerja
- 23 Agt 2026 05:50 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - PT. Kereta Api Indonesia (KAI) Persero Divisi Regional (Divre) II Sumatera Barat (Sumbar) mendorong pekerja lebih serius menjaga kesehatan paru, terutama dengan mengenali risiko kanker paru dan dampak kebiasaan merokok. Langkah tersebut dinilai penting karena kondisi fisik, konsentrasi, dan stamina pekerja turut menentukan keselamatan operasional perjalanan kereta api.
Edukasi mengenai kanker paru dan bahaya merokok diberikan kepada pekerja KAI Divre II Sumbar secara hybrid di Ruang Rapat Buya Hamka, Divre II Sumbar, Jumat, 21 Agustus 2026. Materi kesehatan disampaikan Dokter Spesialis Paru RS Universitas Andalas (Unand), dr. Sabrina Ermayanti, Sp.P(K), Onk, yang membahas faktor risiko, gejala, pencegahan, hingga pentingnya deteksi dini.
Kepala Divre II Sumbar, Lutfi Wijaya, mengatakan kebiasaan merokok perlu menjadi perhatian karena dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan yang berdampak pada kemampuan pekerja menjalankan tugas. Menurutnya, menjaga kesehatan bukan hanya kepentingan pribadi, tetapi juga bagian dari upaya memastikan pekerjaan berjalan aman dan produktif.
“Menjaga kesehatan merupakan tanggung jawab setiap individu dan menjadi bagian penting dalam mendukung produktivitas serta keselamatan dalam bekerja. Kami berharap pekerja semakin memahami risiko kesehatan akibat kebiasaan merokok dan memiliki kesadaran lebih kuat untuk menerapkan pola hidup sehat,” ucapnya.
Baginya pekerja dengan kondisi kesehatan yang baik akan lebih mampu mempertahankan konsentrasi, stamina, dan kesiapan saat menjalankan tugas. Karena itu, KAI mendorong pekerja mengurangi risiko kesehatan melalui pola hidup sehat dan pemeriksaan sejak dini.
“Dalam operasional perkeretaapian, kesehatan bukan hanya berkaitan dengan produktivitas, tetapi juga berhubungan dengan keselamatan. Karena itu, menjaga kesehatan, termasuk menghindari kebiasaan merokok dan melakukan deteksi dini terhadap penyakit, merupakan investasi penting bagi pekerja maupun perusahaan,” katanya.
Sementara itu, Dokter Spesialis Paru RS Universitas Andalas, dr. Sabrina Ermayanti, menjelaskan kanker paru dapat dipengaruhi berbagai faktor risiko, termasuk kebiasaan merokok. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mengenali gejala serta tidak mengabaikan kondisi kesehatan yang berpotensi berkaitan dengan gangguan paru.
Pada kesempatan ini, Sabrina juga mendorong edukasi kesehatan dilakukan secara berkelanjutan agar pekerja mampu mengenali risiko penyakit dan mengambil langkah pencegahan. Upaya tersebut diharapkan menjaga kebugaran pekerja sekaligus mendukung operasional kereta api yang aman serta pelayanan kepada pelanggan tetap optimal di lapangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....