Rahang Terkunci saat Menguap Bisa Jadi Kondisi Darurat

  • 20 Jul 2026 14:08 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Menguap atau tertawa terlalu lebar ternyata dapat memicu gangguan pada sendi rahang pada sebagian orang. Kondisi tersebut dikenal sebagai dislokasi sendi temporomandibular atau TMJ dan memerlukan penanganan medis apabila rahang tidak dapat kembali ke posisi semula.

Dalam program Ngobrolin Kesehatan RRI Pro 2 Padang, drg. Farhan Wiranda menjelaskan bahwa dislokasi TMJ terjadi ketika sendi rahang bergeser dari posisi normalnya. Akibatnya, penderita mengalami kesulitan menutup mulut dan merasakan nyeri pada area rahang.

Menurutnya, kondisi ini tidak hanya disebabkan benturan keras, tetapi juga dapat dipicu oleh aktivitas sehari-hari seperti menguap terlalu lebar. Faktor lain, seperti kelainan sendi atau kelemahan ligamen, juga dapat meningkatkan risiko terjadinya dislokasi.

Drg. Farhan mengatakan masyarakat tidak dianjurkan mencoba mengembalikan posisi rahang secara paksa tanpa bantuan tenaga medis. Tindakan yang tidak tepat justru berpotensi memperparah cedera pada sendi maupun otot di sekitarnya.

Penanganan oleh dokter dilakukan dengan mengembalikan posisi sendi secara perlahan menggunakan teknik tertentu. Setelah itu, pasien biasanya dianjurkan menghindari membuka mulut terlalu lebar selama masa pemulihan.

Ia juga menyarankan masyarakat membiasakan menutup mulut saat menguap untuk mengurangi tekanan pada sendi rahang. Kebiasaan sederhana tersebut dinilai dapat membantu mencegah terjadinya dislokasi, terutama pada orang yang pernah mengalaminya.

Melalui edukasi ini, drg. Farhan berharap masyarakat lebih memahami bahwa gangguan pada rahang juga dapat menjadi kondisi yang memerlukan penanganan segera. Pengenalan gejala sejak dini diharapkan dapat mencegah komplikasi dan mempercepat proses pemulihan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....