Dinkes Padang Kejar Target 46 Persen Warga Ikuti Cek Kesehatan Gratis pada 2026

  • 18 Jul 2026 14:44 WIB
  •  Padang
Poin Utama
  • Dinas Kesehatan Kota Padang menargetkan 46 persen penduduk mengikuti Program Cek Kesehatan Gratis sepanjang tahun 2026, meningkat dari target 36 persen tahun sebelumnya.
  • Hingga pertengahan Juli 2026, capaian skrining kesehatan di Kota Padang telah mencapai 27 persen atau sekitar 275 ribu penduduk dari total populasi.
  • Pemerintah berkomitmen meningkatkan cakupan pemeriksaan kesehatan setiap tahun sehingga seluruh masyarakat dapat menjalani skrining kesehatan secara berkala.

RRI.CO.ID, Padang - Dinas Kesehatan Kota Padang menargetkan 46 persen penduduk mengikuti Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sepanjang 2026. Hingga pertengahan Juli, capaian skrining kesehatan di Kota Padang telah mencapai sekitar 27 persen atau sekitar 275 ribu penduduk.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Padang, Dessy M. Siddik, mengatakan target tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya yang berada pada angka 36 persen. Pemerintah menargetkan cakupan pemeriksaan kesehatan terus bertambah setiap tahun hingga seluruh masyarakat dapat menjalani skrining kesehatan secara berkala.

"Kalau tahun 2025 targetnya 36 persen, tahun ini meningkat menjadi 46 persen. Untuk Kota Padang sendiri, hingga saat ini kita sudah mencapai sekitar 27 persen atau sekitar 275 ribu penduduk yang sudah menjalani Cek Kesehatan Gratis," ujar Dessy dalam dialog Indonesia Sehat di RRI Padang, Jumat 17 Juli 2026.

Menurut Dessy, pemeriksaan kesehatan tidak lagi hanya diberikan kepada masyarakat yang sedang berulang tahun seperti saat awal peluncuran program pada Februari 2025. Kini layanan tersebut dapat diakses masyarakat sepanjang tahun melalui puskesmas, posyandu, kegiatan Car Free Day, hingga layanan jemput bola ke sekolah, perkantoran, hotel, restoran, dan perusahaan.

"Kita datangi langsung kantor-kantor karena kita memahami masyarakat yang bekerja belum tentu memiliki waktu datang ke puskesmas. Dengan begitu mereka tetap bisa mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan," katanya.

Pengamat kesehatan Universitas Andalas, Noza Hilbertina, menilai peningkatan cakupan pemeriksaan kesehatan akan berdampak pada percepatan penemuan kasus penyakit. Sehingga penanganan dapat dilakukan lebih awal.

"Semakin cepat penyakit ditemukan, maka semakin cepat pula penanganannya. Harapannya derajat kesehatan masyarakat juga akan meningkat karena penyakit dapat dicegah sebelum berkembang menjadi lebih berat," ujar Noza.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....