Dinkes Padang Jemput Bola Layanan Cek Kesehatan Gratis ke Sekolah dan Perkantoran

  • 17 Jul 2026 14:21 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Dinas Kesehatan Kota Padang memperluas layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) ke sekolah, perkantoran, hotel, dan perusahaan. Langkah itu dilakukan untuk meningkatkan deteksi dini penyakit di tengah masih rendahnya pemanfaatan layanan kesehatan.

Strategi tersebut disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Padang, Dessy M. Siddik, dalam dialog Indonesia Sehat di RRI Padang, Jumat, 17 Juli 2026. Selain di puskesmas, layanan juga dibuka saat Car Free Day dan berdasarkan permohonan dari berbagai instansi.

Dessy mengatakan pendekatan jemput bola dipilih agar masyarakat yang sulit datang ke puskesmas tetap memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan. Sasaran pelayanan mencakup kantor pemerintah, perusahaan swasta, hotel, restoran, hingga lingkungan pendidikan.

"Kami juga mendatangi perkantoran pemerintah, perkantoran swasta, hotel, restoran, hingga perusahaan yang mengajukan permohonan. Setiap Car Free Day kami juga membuka layanan cek kesehatan gratis," ujar Dessy.

Menurut Dessy, pemeriksaan rutin diperlukan karena banyak masyarakat tidak menyadari memiliki faktor risiko penyakit. Deteksi dini memungkinkan tenaga kesehatan memberikan penanganan sebelum penyakit berkembang menjadi lebih berat.

"Banyak masyarakat merasa sehat, tetapi setelah diperiksa tekanan darah atau gula darahnya sudah tinggi. Dengan deteksi lebih awal, penanganan dapat segera dilakukan," katanya.

Kepala Puskesmas Pauh, Pratiwi, mengatakan pihaknya saat ini tengah melaksanakan pemeriksaan kesehatan bagi sekitar 7.000 mahasiswa baru Universitas Andalas. Program tersebut berlangsung sejak awal Juli hingga pekan pertama Agustus 2026.

Pratiwi menyebut hingga 30 Juni 2026, Puskesmas Pauh telah melayani sekitar 13.800 peserta CKG. Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah seiring pelaksanaan pemeriksaan di sekolah, posyandu, puskesmas pembantu, dan berbagai instansi.

"Kami membuka poli khusus cek kesehatan gratis setiap hari. Selain menunggu masyarakat datang, kami juga aktif melakukan jemput bola agar layanan semakin mudah diakses," ujar Pratiwi.

Sementara itu, Pengamat kesehatan Universitas Andalas, Noza Hilbertina, strategi jemput bola dapat meningkatkan kesadaran masyarakat memeriksakan kesehatan secara berkala. Menurutnya, layanan kesehatan seharusnya dimanfaatkan untuk mencegah penyakit, bukan hanya ketika seseorang telah sakit.

"Masyarakat harus melihat pemeriksaan kesehatan sebagai kebutuhan untuk tetap sehat, bukan karena sudah sakit. Jika penyakit ditemukan lebih cepat, penanganannya tentu lebih mudah," kata Noza.

Berdasarkan Profil Statistik Kesehatan Provinsi Sumatera Barat 2025, sebanyak 50,64 persen penduduk yang mengalami keluhan kesehatan tidak menjalani rawat jalan. Dari jumlah itu, 61,83 persen memilih mengobati sendiri, sedangkan 35,33 persen merasa tidak perlu berobat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....