RSUP Dr. M. Djamil Lakukan Pemasangan Flow Diverter Perdana

  • 11 Jul 2026 06:41 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Rumah Sakit Umum Pemerintah (RSUP) Dr. M. Djamil Padang untuk pertama kalinya melakukan pemasangan flow diverter guna menangani aneurisma pembuluh darah otak. Tindakan tersebut memperluas layanan neurointervensi bagi pasien di Sumatera Bagian Tengah.

Prosedur dilakukan terhadap pasien perempuan berusia 56 tahun di RSUP Dr. M. Djamil Padang, Jumat, 10 Juli 2026. Tindakan minimal invasif itu dilaksanakan melalui kateter dengan pendampingan tim dari RS Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang, Dovy Djanas, mengatakan pemasangan flow diverter menjadi pencapaian baru dalam pengembangan layanan neurointervensi. Sebelumnya, rumah sakit tersebut telah beberapa kali menangani aneurisma melalui tindakan coiling.

Menurut Dovy, keberhasilan tindakan perdana itu menunjukkan peningkatan kemampuan rumah sakit dalam menangani kasus aneurisma yang membutuhkan teknologi dan keahlian khusus. Pengembangan layanan tersebut juga didukung program pengampuan nasional.

"Tindakan coiling untuk penanganan aneurisma sudah beberapa kali berhasil dilakukan di RS M. Djamil. Namun, pemasangan flow diverter dalam tindakan ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan," ujar Dovy.

Ia menjelaskan flow diverter merupakan stent khusus yang dipasang melalui pembuluh darah menuju lokasi aneurisma. Perangkat tersebut mengatur aliran darah sehingga tekanan pada dinding aneurisma berkurang dan proses penutupan berlangsung secara bertahap tanpa operasi terbuka.

Dovy berharap layanan tersebut dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap penanganan penyakit neurovaskular. Dengan demikian, pasien di Sumatera Bagian Tengah tidak perlu lagi dirujuk ke rumah sakit di luar daerah untuk kasus tertentu.

"Kami berharap kegiatan proctoring hari ini menjadi awal dari semakin berkembangnya layanan tindakan neurointervensi di RS M. Djamil, sehingga masyarakat di wilayah Sumatera Bagian Tengah dapat memperoleh pelayanan yang semakin komprehensif tanpa harus dirujuk ke luar daerah," kata Dovy.

Sementara itu, Ketua Tim Proctoring RS Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta, Bambang Tri Prasetyo, mengatakan pemasangan flow diverter memerlukan pengalaman dan kesiapan tim medis. Perangkat yang digunakan memiliki karakteristik khusus sehingga prosedurnya berbeda dengan tindakan neurointervensi lainnya.

"Karena alat yang digunakan spesifik, benar-benar membutuhkan keilmuan dan pengalaman. Diharapkan nantinya tim neurointervensi RS M. Djamil sudah terbiasa memberikan pelayanan dengan kasus-kasus spesifik seperti ini," ujar Bambang.

Aneurisma otak merupakan pelebaran pembuluh darah yang berisiko pecah dan menyebabkan perdarahan di otak. Kehadiran layanan flow diverter di RSUP Dr. M. Djamil diharapkan memperluas pilihan terapi bagi pasien sekaligus memperkuat layanan rujukan stroke dan neurovaskular di Sumatera Bagian Tengah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....