Capaian Terapi Pencegahan TBC di Sumbar Baru 1,9 Persen dari Target 72 Persen
- 28 Jun 2026 05:19 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Capaian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) di Sumatera Barat masih jauh dari target nasional. Hingga triwulan I 2026, realisasinya baru mencapai 1,9 persen, sementara target yang ditetapkan mencapai 72 persen.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, Aklima, mengatakan rendahnya capaian tersebut menjadi tantangan besar dalam upaya memutus rantai penularan tuberkulosis (TBC). Padahal, TPT merupakan salah satu strategi penting untuk mencegah infeksi laten berkembang menjadi TBC aktif, terutama pada orang yang pernah berkontak erat dengan pasien.
"Hasil kita pada tahun 2026 ini, pada triwulan pertama, juga masih sangat rendah, 1,9 persen daripada target kita 72 persen. Ini sangat rendah sekali," ujar Aklima dalam dialog Indonesia Sehat Pro 1 RRI Padang, Jumat 26 Juni 2026.
Ia menjelaskan, sasaran utama pemberian TPT adalah anggota keluarga atau orang-orang yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC. Namun, sebagian besar calon penerima menolak mengonsumsi obat pencegahan karena merasa tidak mengalami gejala penyakit.
"Permasalahannya, orang-orang sekitar pasien TB ini tidak mau minum TPT karena mereka tidak merasa sakit. Padahal, itu adalah upaya pencegahan agar TB ini bisa kita tanggulangi," ujarnya.
Menurut Aklima, cakupan TPT seharusnya tidak hanya menyasar kontak serumah, tetapi juga orang-orang yang berinteraksi intensif dengan pasien di lingkungan kerja maupun tempat lainnya. Langkah tersebut penting mengingat penularan TBC dapat terjadi pada siapa saja yang melakukan kontak erat dalam waktu cukup lama.
Aklima mengungkapkan, rendahnya capaian TPT sebelumnya juga terjadi pada 2025. Saat itu, seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat belum mampu memenuhi target 70 persen, sehingga menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dalam memperkuat pelaksanaan program pencegahan TBC.
Untuk meningkatkan capaian tersebut, Dinas Kesehatan Sumatera Barat terus mendorong tenaga kesehatan agar aktif melakukan investigasi kontak dan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya terapi pencegahan. Selain itu, kolaborasi pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, kader kesehatan, hingga masyarakat dinilai menjadi kunci agar target eliminasi TBC pada 2030 dapat tercapai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....