Mengenal Trypophobia Penyebab Gejala dan Cara Mengatasinya Secara Tepat

  • 30 Jun 2026 10:28 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang Trypophobia merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan rasa tidak nyaman, jijik atau takut saat melihat kumpulan lubang kecil atau pola berulang yang tersusun rapat. Contoh pemicunya antara lain sarang lebah, spons alami, biji bunga teratai, atau pola tertentu pada benda dan permukaan.

Meskipun belum diakui sebagai gangguan mental secara resmi, fenomena ini cukup umum dan dapat memengaruhi kenyamanan sebagian orang. Kata trypophobia berasal dari bahasa Yunani, yaitu trypa yang berarti "lubang" dan phobos yang berarti "ketakutan". Namun, banyak orang yang mengalami trypophobia lebih sering merasakan jijik daripada rasa takut. Respons tersebut dapat muncul hanya dalam hitungan detik setelah melihat pola yang dianggap memicu.

Tingkat keparahan trypophobia berbeda-beda pada setiap individu. Ada yang hanya merasa sedikit tidak nyaman, tetapi ada pula yang mengalami kecemasan cukup kuat hingga menghindari objek tertentu.

Gejala dapat muncul secara fisik maupun emosional setelah melihat pemicunya. Beberapa gejala yang sering dirasakan seperti:

  • Merasa jijik atau ingin menjauh.

  • Mual.

  • Gatal atau sensasi seperti ada sesuatu yang merayap di kulit.

  • Jantung berdebar.

  • Berkeringat.

  • Cemas atau gelisah.

Gejala biasanya akan mereda setelah pemicu tidak lagi terlihat. Pada umumnya, trypophobia tidak berbahaya dan tidak menyebabkan gangguan kesehatan fisik. Namun, jika reaksi yang muncul sangat kuat hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, pekerjaan, atau hubungan sosial, kondisi tersebut sebaiknya dikonsultasikan kepada psikolog atau psikiater.

Profesional kesehatan mental dapat membantu menentukan apakah gejala tersebut berkaitan dengan trypophobia atau kondisi lain, seperti gangguan kecemasan.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi rasa tidak nyaman akibat trypophobia antara lain:

  • Menghindari Pemicu

Jika memungkinkan, hindari melihat gambar atau objek yang diketahui memicu reaksi berlebihan.

Stres dapat memperburuk respons emosional. Tidur yang cukup, olahraga teratur, dan aktivitas relaksasi dapat membantu menjaga kondisi mental.

  • Melatih Teknik Relaksasi

Latihan pernapasan dalam, meditasi, atau mindfulness dapat membantu mengurangi rasa cemas ketika menghadapi pemicu.

  • Terapi Psikologis

Apabila trypophobia sudah mengganggu kualitas hidup, terapi seperti Cognitive Behavioral Therapy (CBT) dapat membantu mengubah cara seseorang merespons pemicu sehingga rasa tidak nyaman berkurang.

  • Berkonsultasi dengan Tenaga Profesional

Jika gejala semakin sering muncul atau terasa berat, konsultasi dengan psikolog atau psikiater merupakan langkah yang tepat untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

Dengan memahami penyebab, mengenali gejala, dan menerapkan cara penanganan yang tepat, dampak trypophobia dapat dikurangi sehingga tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Namun jika keluhan terasa berat atau berkepanjangan, berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mental adalah pilihan yang disarankan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....