Bahaya Tidur Terlalu Lama

  • 25 Mei 2026 21:45 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Tidur yang melampaui batas normal durasi sembilan jam setiap malam ternyata mampu memicu berbagai gangguan metabolisme pada tubuh. Kondisi medis ini sering kali dianggap remeh oleh masyarakat luas karena dianggap sebagai cara efektif untuk melepas lelah.

Dilansir dari Healthline, kebiasaan berlama-lama di atas kasur secara konsisten meningkatkan risiko penyakit diabetes tipe dua bagi para pelakunya. Tubuh akan mengalami penurunan kemampuan dalam memproses gula darah sehingga kadar glukosa dalam sistem sirkulasi menjadi tidak terkendali.

Seseorang yang memiliki durasi tidur berlebihan cenderung mengalami peningkatan berat badan secara signifikan akibat minimnya aktivitas pembakaran kalori. Kurangnya pergerakan fisik selama berjam-jam membuat cadangan lemak menumpuk lebih cepat pada area perut dan juga organ dalam.

Kesehatan jantung juga berada dalam ancaman serius apabila Anda terus membiarkan tubuh terlelap dalam durasi waktu yang panjang. Penelitian medis terbaru menunjukkan bahwa risiko terkena penyumbatan pembuluh darah arteri meningkat drastis pada individu dengan hobi tidur.

Gangguan fungsi kognitif pada otak sering kali muncul sebagai efek samping dari siklus istirahat yang tidak berjalan normal. Daya ingat seseorang akan menurun secara perlahan karena otak kehilangan ketajaman dalam memproses informasi selama masa istirahat panjang.

Rasa sakit pada bagian kepala atau migrain sering menyerang saat seseorang bangun setelah tidur terlalu lama di siang hari. Fluktuasi zat kimia dalam saraf otak menjadi tidak stabil sehingga memicu ketegangan otot pada area leher dan juga kepala.

Kesehatan mental turut terganggu karena durasi tidur yang tidak teratur sangat erat kaitannya dengan munculnya gejala depresi berat. Anda sebaiknya mulai mengatur jadwal istirahat dengan lebih bijak demi menjaga keseimbangan kondisi fisik dan juga kesehatan jiwa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....