Pasbar Percepat Penurunan Stunting lewat Pendampingan Program INEY
- 28 Jun 2026 00:13 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) menggelar Pertemuan Advokasi Lintas Sektor Integrasi Intervensi Penurunan Stunting Tahun 2026 di Aula Bappelitbangda, Jumat, 26 Juni 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Program INEY Fase II Poltekkes Kemenkes RI Padang dan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat sebagai upaya mempercepat penurunan angka stunting di daerah.
Pertemuan dihadiri Tim INEY Poltekkes Kemenkes RI Padang, Dinas Kesehatan Pasbar, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Nagari, camat, kepala KUA, puskesmas, TP-PKK, wali nagari, hingga kepala sekolah SMP dan SMA di wilayah kerja Puskesmas Sukamenanti dan Aia Gadang. Kehadiran lintas sektor ini bertujuan memperkuat kolaborasi dalam mendukung keberhasilan program percepatan pencegahan stunting.
Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Dinas Kesehatan Pasbar, dr. Gina Alecia, M.Kes., dan secara resmi dibuka Direktur Poltekkes Kemenkes RI Padang, Renidayati, S.Kp., M.Kep., Sp.Jiwa. Selanjutnya, peserta menerima pemaparan materi dari Nur Ahmad Habibi, S.Gz., M.P., dengan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Pasbar, Ike Efrinayanti, S.K.M., M.K.M., bertindak sebagai moderator.
Direktur Poltekkes Kemenkes RI Padang, Renidayati, mengatakan Program Investing in Nutrition and Early Years (INEY) Fase II merupakan bagian dari transformasi layanan primer Kementerian Kesehatan yang menitikberatkan pada penguatan layanan promotif, preventif, serta pelayanan kesehatan yang lebih dekat kepada masyarakat melalui posyandu. Pelaksanaan program ini melibatkan 38 Poltekkes di 80 kabupaten dan kota pada 34 provinsi sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat dalam mendukung percepatan penurunan stunting.
Renidayati menyampaikan pendampingan yang dilakukan Poltekkes yaitu pemantauan pertumbuhan balita, pemberian makanan tambahan lokal bagi balita dan ibu hamil kekurangan energi kronis, pemantauan MP-ASI, imunisasi, edukasi, hingga peningkatan kualitas kader posyandu. Selain itu, pendampingan juga mencakup pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri dan ibu hamil, peningkatan cakupan pemeriksaan kehamilan K6 ANC, serta penguatan sistem pencatatan dan pelaporan.
Renidayati menyampaikan Program INEY Fase II memfokuskan intervensi kepada remaja putri, ibu hamil, balita usia 6–23 bulan, tenaga kesehatan puskesmas, dan kader posyandu sebagai kelompok prioritas. Pendekatan tersebut dilakukan melalui pendampingan intensif agar seluruh intervensi gizi dan kesehatan dapat berjalan lebih efektif di tingkat masyarakat.
"Data menunjukkan prevalensi stunting di Kabupaten Pasbar terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan hasil SSGI 2023 angkanya tercatat sebesar 29,7 persen, kemudian turun menjadi 12,4 persen berdasarkan laporan EPPGBM Agustus 2025, dan kembali menurun menjadi 10,5 persen pada Februari 2026," tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....