Kadis Kesehatan Sumbar: Penanganan Stunting Butuh Kolaborasi Lintas Sektor

  • 05 Jun 2026 13:07 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Angka stunting di Sumatera Barat masih berada di atas target nasional berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penguatan kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat penurunan kasus stunting di daerah.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, dr. Aklima memaparkan, prevalensi stunting di Sumbar berdasarkan SSGI 2024 tercatat sebesar 24,9 persen. Sementara secara nasional angka stunting berada di level 19,8 persen dengan target nasional sebesar 20,8 persen.

Menurut Aklima, penanganan stunting tidak dapat dibebankan hanya kepada sektor kesehatan. Sebab, berbagai faktor yang memengaruhi stunting berkaitan dengan sanitasi, lingkungan, perumahan, hingga kondisi sosial ekonomi masyarakat.

“Masalah stunting ini tidak akan bisa selesai oleh petugas kesehatan saja. Harus multisektor dan semua pihak harus berperan karena banyak faktor yang berkaitan dengan penyebab stunting,” kata Aklima dalam Dialog Interaktif Indonesia Sehat di Pro 1 RRI Padang secara daring, Jumat, 5 Juni 2026.

Ia menjelaskan, berdasarkan data SSGI 2024, Kabupaten Solok menjadi daerah dengan prevalensi stunting tertinggi di Sumatera Barat yakni mencapai 29,5 persen. Sementara Kabupaten Pasaman berada di posisi berikutnya dengan angka sekitar 29,1 persen.

Dr. Aklima menyampaikan, tingginya angka stunting erat kaitannya dengan akses air bersih, sanitasi yang belum memadai, kondisi perumahan yang kurang layak, hingga tingginya risiko penyakit infeksi seperti diare dan tuberkulosis pada anak. Faktor kesejahteraan keluarga juga berpengaruh terhadap kemampuan memenuhi kebutuhan gizi balita.

“Stunting merupakan masalah multifaktorial yang harus ditangani bersama. Karena itu seluruh organisasi perangkat daerah dan pemangku kepentingan perlu bersinergi agar berbagai faktor penyebab stunting dapat diatasi secara menyeluruh,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....