Unand Gandeng Universitas Dili Teliti Determinan Stunting Dua Negara
- 22 Jul 2026 06:25 WIB
- Padang
Poin Utama
- Universitas Andalas berkolaborasi dengan Universidade Dili, Timor-Leste, untuk melakukan penelitian mendalam tentang faktor-faktor penyebab stunting pada anak usia 2-5 tahun dengan metode studi komparatif dua negara.
- Penelitian dipimpin oleh Prof. dr. Nur Indrawaty Lipoeto dan Ratno Widoyo dari Unand, melibatkan mahasiswa doktor dan peneliti dari Universidade Dili dalam tim lintas institusi dan internasional.
- Hasil penelitian diharapkan menghasilkan rekomendasi berbasis bukti ilmiah untuk mendukung percepatan penurunan stunting di Indonesia dan Timor-Leste yang masih menghadapi persoalan gizi anak yang serius.
RRI.CO.ID, Padang - Universitas Andalas (Unand) memperluas jejaring riset internasional melalui kolaborasi dengan Universidade Dili, Timor-Leste, untuk meneliti faktor-faktor penyebab stunting pada anak. Kerja sama ini bertujuan menghasilkan rekomendasi berbasis bukti ilmiah untuk mendukung percepatan penurunan stunting di Indonesia dan Timor-Leste yang masih menghadapi persoalan gizi anak.
Penelitian bertema Analysis of Stunting Determinants Among Children Aged 2–5 Years: A Comparative Study of Two Countries dipimpin Prof. dr. Nur Indrawaty Lipoeto bersama Ratno Widoyo, MKM dari Unand. Tim riset juga melibatkan mahasiswa Program Doktor Ilmu Biomedis Fakultas Kedokteran Unand, Nola Vita Sari dan Rezky Fauzan, serta peneliti Universidade Dili yang dipimpin Dr. Seguito Monteiro, MH, bersama Fitri Kusumasari, M.K.M., dan Filipe Da Costa.
Prof. Nur mengatakan riset diawali dengan penyusunan protokol bersama, penyelarasan desain penelitian, penetapan variabel, serta penyesuaian instrumen sesuai kondisi sosial, budaya, dan bahasa di kedua negara. Pengumpulan data dilakukan terhadap anak usia 0–5 tahun beserta ibu atau pengasuh di Sumatera Barat dan Timor-Leste dengan mengkaji status gizi, riwayat kesehatan, pola pemberian makan, sanitasi, stimulasi tumbuh kembang, hingga kondisi sosial ekonomi keluarga.
Prof. Nur menyampaikan stunting merupakan persoalan multidimensi yang memerlukan pendekatan lintas disiplin dan kerja sama antarnegara. Penelitian komparatif ini diharapkan mampu mengidentifikasi faktor risiko yang menjadi karakteristik masing-masing negara sekaligus menemukan tantangan bersama sebagai dasar penyusunan kebijakan intervensi yang lebih efektif.
"Penanganan stunting memerlukan kolaborasi lintas disiplin dan lintas negara. Melalui penelitian ini, kami ingin menghasilkan bukti ilmiah yang dapat dimanfaatkan pemerintah dalam merancang program yang lebih tepat sasaran sesuai dengan kondisi lokal masing-masing negara," ucapnya, Selasa, 21 Juli 2026.
Sementara itu, Filipe Da Costa menilai kerja sama tersebut menjadi moment penting untuk memperkuat kapasitas penelitian di Timor-Leste sekaligus memperluas jejaring akademik internasional. Pertukaran pengalaman antara kedua negara akan memperkaya pemahaman mengenai determinan stunting serta menghasilkan strategi penanggulangan yang lebih komprehensif.
"Kolaborasi ini merupakan bagian dari program International Research Network – EQUITY World Class University (WCU) 2025–2026 yang didanai Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Hasil penelitian diharapkan tidak hanya mempercepat penurunan stunting di Indonesia dan Timor-Leste, tetapi juga menjadi rujukan bagi negara berkembang lainnya serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat," tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....