Dari Mikroba Menjadi Rasa: Mengungkap Ilmu di Balik Makanan Fermentasi
- 29 Sep 2026 08:31 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Fermentasi mengubah bahan makanan melalui aktivitas mikroorganisme yang menghasilkan cita rasa, aroma, dan tekstur berbeda secara alami sehari-hari. Proses tersebut telah digunakan manusia sejak lama untuk memperpanjang ketahanan makanan sekaligus menciptakan berbagai produk bernilai budaya masyarakat.
Menurut Livescience, bakteri, ragi, dan kapang menjadi pelaku utama yang bekerja menguraikan senyawa tertentu selama proses fermentasi berlangsung secara alami. Mikroorganisme tersebut memanfaatkan gula atau karbohidrat dalam bahan makanan sebagai sumber energi untuk pertumbuhan dan aktivitas selama fermentasi.
Dalam proses tertentu, gula diubah menjadi asam organik sehingga makanan memiliki rasa asam dan lebih tahan disimpan lama. Contohnya dapat ditemukan pada yoghurt, tempe, tape, kimchi, keju, serta berbagai makanan tradisional dari banyak daerah di Indonesia.
Fermentasi juga dapat memengaruhi kandungan gizi makanan melalui perubahan senyawa selama aktivitas mikroorganisme berlangsung secara bertahap dan terkendali. Beberapa proses fermentasi membantu menghasilkan senyawa tertentu yang lebih mudah dicerna tubuh dibandingkan bahan makanan asalnya oleh tubuh.
Tempe misalnya, dibuat melalui pertumbuhan kapang pada kedelai sehingga biji kedelai menyatu menjadi tekstur padat yang khas alami. Selama pembuatan tempe, mikroorganisme membantu memecah beberapa komponen kedelai dan menghasilkan karakter rasa khas pada produk tradisional tertentu.
Keberhasilan fermentasi dipengaruhi suhu, waktu, kebersihan, kadar air, serta jenis mikroorganisme yang digunakan selama proses berlangsung dengan tepat. Perubahan kecil pada kondisi tersebut dapat memengaruhi hasil akhir, sehingga proses fermentasi membutuhkan pengawasan dan penanganan yang tepat.
Menariknya, setiap makanan fermentasi memiliki karakter berbeda karena mikroorganisme dan bahan yang digunakan tidak selalu sama setiap kali. Pengetahuan mengenai fermentasi terus berkembang karena teknologi pangan membantu manusia memahami proses tersebut secara lebih mendalam dan terukur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....