Unand Lepas Lulusan, Rektor Ingatkan Pentingnya Menjaga Almamater

  • 19 Sep 2026 05:44 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Universitas Andalas (Unand) mewisuda 673 lulusan dari berbagai jenjang pendidikan pada Wisuda IV Tahun 2026, Jumat, 18 September 2026. Prosesi wisuda berlangsung di Auditorium Unand dan diikuti lulusan dari Sekolah Pascasarjana, Fakultas Teknologi Informasi, Fakultas Hukum, Fakultas Kedokteran, dan Fakultas Farmasi

Dari 673 lulusan tersebut, Sekolah Pascasarjana meluluskan 92 wisudawan, Fakultas Teknologi Informasi 91 lulusan, Fakultas Kedokteran 137 lulusan, Fakultas Farmasi 154 lulusan, dan Fakultas Hukum sebanyak 199 lulusan. Para lulusan berasal dari program vokasi, sarjana, profesi, spesialis, magister, hingga doktor.

Rektor Unand Dr. Efa Yonnedi menyampaikan apresiasi kepada para wisudawan beserta orang tua dan keluarga yang telah memberikan dukungan selama menempuh pendidikan. “Kelulusan merupakan hasil dari proses panjang yang tidak hanya melibatkan mahasiswa, tetapi juga keluarga. Hari ini adalah hari panen dari benih yang ditanam dengan kerja keras dan kadang dengan air mata,” ujar Efa Yonnedi dalam sambutannya.

Ia mengingatkan, para lulusan untuk mempertahankan rasa ingin tahu dan menjadikan pembelajaran sebagai bagian dari kehidupan. Selain itu, para wisudawan diminta menjaga nama baik diri, keluarga, dan almamater karena reputasi membutuhkan waktu untuk dibangun dan dapat rusak apabila tidak dijaga.

Sepanjang 2026, Unand telah meluluskan lebih dari 6.500 mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan. “Saat ini, Unand memiliki lebih dari 36 ribu mahasiswa aktif yang tersebar pada 154 program studi, mulai dari jenjang vokasi, sarjana, profesi, spesialis, magister hingga doktor,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) RI Prof. Arif Satria yang hadir dalam wisuda tersebut menyampaikan materi bertema “Leadership Kreatif dan Mandiri Menuju Indonesia Emas 2045”. Ia mendorong para lulusan mengembangkan kemampuan kepemimpinan secara bertahap, mulai dari memimpin diri sendiri, orang lain, perubahan, hingga masa depan.

Arif Satria mengatakan, generasi muda akan menghadapi berbagai perubahan global, termasuk dinamika geopolitik, perubahan iklim, perkembangan demografi, dan kemajuan teknologi. “Karena itu, penguasaan teknologi seperti kecerdasan artifisial atau AI perlu diimbangi dengan green skills, digital skills, serta kemampuan yang mendukung keberlanjutan dan kemanusiaan,” ujarnya.

Ia menyebut, 2045 adalah era lulusan baru perguruan tinggi saat ini. Ia juga mendorong lulusan membangun growth mindset, yakni cara pandang bahwa kemampuan dan kapasitas diri dapat terus berkembang melalui proses belajar dan tindakan nyata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....