Mahyeldi Buka Festival Literasi Daerah Sumbar 2026

  • 08 Sep 2026 14:37 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi membuka Festival Literasi Daerah 2026 di kawasan Kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Sumbar, Selasa, 8 September 2026. Beragam stan buku dan literasi budaya dari berbagai instansi dan pegiat taman baca daerah dibuka hingga 10 September mendatang.

Mahyeldi mengatakan, kegiatan Festival Literasi Daerah 2026 tersebut digelar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Sumbar untuk menarik minat membaca masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem literasi daerah. Festival dimaksud mengangkat tema “Peranan Literasi dalam Menjaga Alam dan Melestarikan Budaya”sebagai dorongan agar generasi muda mengenali dan memahami persoalan lingkungan sebagai ekosistem yang perlu dijaga.

Mahyeldi menjelaskan, perpustakaan telah bertransformasi sebagai wadah infrastruktur sosial dan intelektual masyarakat yang harus dikembangkan bagi generasi muda. Perpustakaan, taman baca masyarakat maupun pustaka keliling harus membuka akses pembelajaran bagi masyarakat yang membutuhkan keterampilan, memperkuat kapasitas pelaku UMKM, serta menyediakan ruang kreativitas bagi generasi muda,” ujarnya.

Ia menyebut, kegiatan serupa akan digelar di sejumlah kabupaten/ kota di Sumbar dalam waktu dekat. “Kami juga mendengar di kota lainnya juga akan ada festival literasi yang akan mereka lakukan, seperti di Sawahlunto, Payakumbuh, akan ada juga hal yang sama. Kegiatan seperti ini kami dorong untuk dilakukan, sehingga akan muncul lagi budaya-budaya yang selama ini mungkin tidak kita ketahui lagi,” kata Mahyeldi.

Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi VIII yang juga Bunda Literasi Kabupaten Pesisir Selatan, Lisda Hendrajoni mengatakan, predikat Bunda Literasi yang diembannya menjadi dorongan untuk memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan, meningkatkan minat baca, sekaligus memperkuat kualitas pengelolaan dan pelayanan perpustakaan di daerah. “Penghargaan ini tentu menjadi kebanggaan, tetapi yang lebih penting adalah tanggung jawab yang menyertainya. Literasi bukan hanya tentang membaca buku, tetapi bagaimana masyarakat memiliki pengetahuan, mampu berpikir kritis, kreatif, dan terus belajar,” ujar Lisda.

Lisda menambahkan, perpustakaan tidak boleh hanya dipandang sebagai tempat menyimpan buku, namun harus berkembang menjadi ruang belajar dan berkegiatan yang dekat dengan masyarakat. “Kami mengapresiasi peran pemerintah provinsi untuk meningkatkan literasi masyarakat, tadi juga diberikan penghargaan kepada pegiat literasi, anak-anak berprestasi. Inilah yang kami dorong agar perpustakaan benar-benar hadir di tengah masyarakat. Anak-anak, pelajar, keluarga, maupun masyarakat umum harus merasa bahwa perpustakaan adalah tempat yang menyenangkan untuk belajar, mendapatkan informasi dan mengembangkan kreativitas,” katanya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar, pada 2025 Sumbar tercatat sebagai provinsi dengan tingkat kunjungan masyarakat ke perpustakaan tertinggi di Indonesia sebesar 17,75 persen, disusul Yogyakarta yang berada di posisi kedua sebesar 16,78 persen dan Jakarta 16,05 persen. Data Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Sumbar juga menunjukkan kunjungan fisik ke Perpustakaan Daerah meningkat dari 60.693 pengunjung pada 2024 menjadi sekitar 67.000 pengunjung pada 2025.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....