Magang di Lembaga Publik Jadi Jembatan Teori dan Dunia Kerja
- 29 Agt 2026 09:09 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Program magang menjadi salah satu kesempatan penting bagi mahasiswa untuk mengenal dunia kerja secara langsung sekaligus menguji pengetahuan yang selama ini diperoleh di bangku perkuliahan. Pengalaman tersebut semakin relevan karena mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam situasi kerja yang nyata.
Hal itu disampaikan Tsaqif, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Padang (UNP) yang sedang menjalani program magang di Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Padang. Menurutnya, magang menjadi wadah untuk mempraktikkan pengetahuan yang telah dipelajari di ruang kelas dan menerapkannya dalam lingkungan industri kerja yang sesungguhnya.
Tsaqif menilai pengalaman langsung di tempat kerja memberikan perspektif yang berbeda dibandingkan pembelajaran di kampus. Mahasiswa dapat melihat bagaimana konsep-konsep yang dipelajari secara akademis diterapkan ketika menghadapi pekerjaan, tuntutan profesional, target, serta dinamika yang terjadi dalam organisasi.
“Menurut saya, magang penting dilakukan sebagai wadah untuk mempraktikkan pengetahuan yang sudah didapatkan di ruang kelas kampus yang kemudian diterapkan di industri kerja yang sesungguhnya,” ujar Tsaqif.
Ia juga melihat program magang sebagai kesempatan bagi mahasiswa untuk menemukan adanya kesenjangan atau gap antara teori yang dipelajari di perguruan tinggi dengan praktik di lapangan. Perbedaan tersebut menurutnya bukan menjadi persoalan, tetapi justru dapat menjadi bahan pembelajaran agar mahasiswa memahami kebutuhan dan tantangan dunia kerja secara lebih nyata.
Pentingnya pengalaman di luar ruang kelas juga menjadi bagian dari arah kebijakan pendidikan tinggi Indonesia yang sebelumnya dikembangkan melalui program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). Pemerintah menempatkan magang atau praktik kerja sebagai salah satu bentuk pembelajaran di luar kampus untuk memperkaya pengalaman mahasiswa dan meningkatkan kompetensi yang relevan dengan dunia profesional.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi juga menekankan pentingnya pengalaman pembelajaran yang kontekstual untuk menjembatani kesenjangan antara kompetensi pendidikan dan kebutuhan dunia kerja. Dalam program pembekalan magang mahasiswa vokasi 2025, pemerintah menyebut pengalaman magang dapat membentuk etos kerja, kedisiplinan, kemampuan berpikir kritis, kerja sama tim, serta keterampilan komunikasi yang tidak selalu diperoleh di ruang kelas.
Bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi, pengalaman magang di lembaga publik seperti LPP RRI Padang dapat memberikan gambaran mengenai bagaimana ilmu komunikasi digunakan dalam lingkungan kerja yang memiliki fungsi pelayanan publik. Mahasiswa juga dapat belajar memahami proses kerja media, komunikasi organisasi, produksi informasi, hingga tuntutan untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat secara bertanggung jawab.
Pengalaman tersebut sekaligus dapat membantu mahasiswa mengevaluasi kesiapan dirinya sebelum memasuki dunia profesional setelah menyelesaikan pendidikan. Dengan mengetahui kemampuan yang sudah dikuasai dan kompetensi yang masih perlu dikembangkan, mahasiswa dapat menjadikan masa magang sebagai proses membangun portofolio sekaligus mempersiapkan arah karier.
Pada akhirnya, magang bukan sekadar aktivitas untuk memenuhi kewajiban akademik, tetapi kesempatan bagi mahasiswa untuk menghubungkan teori dengan praktik dan memahami realitas dunia kerja. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi lulusan yang memahami ilmu secara akademis, tetapi juga memiliki keterampilan, pengalaman, dan kesiapan untuk beradaptasi ketika benar-benar memasuki dunia profesional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....