UGM Buka Pusat Teknologi AI Pertama Berbasis Universitas di Indonesia

  • 14 Agt 2026 05:46 WIB
  •  Padang
Poin Utama
  • UGM resmi membuka UGM Indosat NVIDIA AI Technology Center sebagai pusat teknologi AI berbasis universitas pertama di Indonesia.
  • Pusat teknologi ini diluncurkan oleh UGM bekerja sama dengan Kemkomdigi, Indosat Ooredoo Hutchison, dan NVIDIA pada 13 Agustus 2026 di Yogyakarta.
  • Pusat teknologi ditujukan untuk memperkuat riset, inovasi, dan pengembangan talenta AI nasional melalui kolaborasi pemerintah, akademisi, dan industri dalam Indonesia AI Center of Excellence.

RRI.CO.ID, Padang - Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi membuka UGM Indosat NVIDIA AI Technology Center (NVAITC) sebagai pusat teknologi kecerdasan buatan (AI) berbasis universitas pertama di Indonesia. Pusat teknologi tersebut ditujukan untuk memperkuat riset, inovasi, dan pengembangan talenta AI nasional.

Pusat teknologi ini diluncurkan UGM bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Indosat Ooredoo Hutchison, dan NVIDIA di Yogyakarta pada Kamis, 13 Agustus 2026. UGM Indosat NVAITC menjadi bagian dari inisiatif Indonesia AI Center of Excellence (AI CoE) untuk mempertemukan pemerintah, akademisi, industri, dan pelaku teknologi dalam pengembangan AI terapan.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid mengatakan keberadaan pusat teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia membangun kapasitas AI secara mandiri. Menurutnya, penguatan riset dan talenta diperlukan agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi AI.

“Pusat teknologi ini menjadi pijakan penting dalam mewujudkan visi tersebut. Melalui penguatan kapasitas riset, pengembangan talenta, dan inovasi teknologi,” ujar Meutya.

UGM Indosat NVAITC akan menyediakan akses teknologi AI bagi peneliti dan mahasiswa UGM. Fasilitas tersebut mencakup accelerated computing, perangkat lunak AI, pretrained models, development frameworks, pelatihan, serta bimbingan teknis dan kolaborasi dengan industri.

Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia mengatakan pusat teknologi tersebut akan memperluas akses mahasiswa dan peneliti terhadap infrastruktur AI serta keahlian global. Pengembangan riset juga diarahkan pada sejumlah sektor strategis, termasuk kesehatan, pertanian, dan kebencanaan.

“UGM berkomitmen penuh mendukung ambisi AI Indonesia. Melalui pendidikan, riset, dan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat,” ujar Ova.

Sementara itu, President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan pengembangan ekosistem AI perlu diikuti dengan peningkatan kesiapan talenta lokal. Menurutnya, akses terhadap teknologi dan keahlian AI perlu diperluas agar manfaat perkembangan teknologi tersebut dapat dirasakan lebih banyak masyarakat.

Dengan memperkuat kesiapan AI dan memberdayakan talenta lokal, kami berkomitmen untuk mendukung visi pemerintah di bidang AI, serta membantu menempatkan Indonesia tidak hanya sebagai pengguna teknologi AI, melainkan sebagai bangsa yang menciptakan dan menyumbangkan inovasi AI bagi dunia,” ujar Vikram.

Pada tahap awal, pusat riset tersebut mengembangkan sejumlah proyek AI terapan. Di antaranya eNose-TB untuk mendukung screening tuberkulosis, SmartAgri untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan pertanian, serta Tech4Disaster untuk memperkuat prediksi, mitigasi, dan penanganan bencana.

Indosat dan NVIDIA turut mendukung pengembangan pusat teknologi melalui infrastruktur serta teknologi AI. Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat ekosistem riset dan menyiapkan talenta Indonesia agar mampu menghasilkan inovasi AI yang dapat diterapkan di tingkat nasional maupun global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....