Unand Gandeng Diaspora Indonesia Kembangkan Riset Teknologi Kesehatan Inklusif

  • 07 Agt 2026 06:44 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Universitas Andalas (Unand) resmi membuka Program Diaspora Berdampak yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek)di Ruang Sidang Senat Universitas Andalas, Padang, Rabu, 5 Agustus 2026. Program ini bertujuan memperkuat kolaborasi riset antara dosen perguruan tinggi di Indonesia dengan diaspora Indonesia yang berkiprah di perguruan tinggi, lembaga riset, maupun industri internasional.

Dalam program ini, Unand memperoleh hibah penelitian dengan menggandeng diaspora Indonesia, Prof. Andrivo Rusydi dari National University of Singapore (NUS), sebagai mitra utama. Pelaksanaan kegiatan riset dipimpin oleh Prof. Dr. Muhammad Ilhamdi Rusydi, dosen Fakultas Teknik Universitas Andalas, Prof. Is Prima Nanda, sebagai ketua pelaksana dari pihak Unand.

Is Prima Nanda mengatakan rangkaian kolaborasi sebenarnya telah dimulai beberapa hari sebelum pembukaan resmi program melalui koordinasi tim peneliti, kunjungan laboratorium, dan pembahasan teknis penelitian. Penelitian ini mengangkat tema penguatan roadmap kolaborasi riset smart materials dan sistem cerdas untuk teknologi kesehatan inklusif berbasis potensi Sumatera dengan melibatkan NUS, Universitas Bung Hatta, dan Universitas Mercubaktijaya.

Dekan Fakultas Teknik Unand, Is Prima Nanda menyebutkan kolaborasi dalam Program Diaspora Berdampak diharapkan tidak berhenti setelah pelaksanaan kegiatan selama 14 hari. "Kami berharap kerja sama ini terus berkembang menjadi kemitraan riset jangka panjang yang mampu meningkatkan kualitas penelitian, inovasi, dan pengakuan internasional Universitas Andalas," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor IV Unand, Prof. Henmaidi, mengapresiasi terjalinnya kerja sama antara UNAND, National University of Singapore, serta perguruan tinggi mitra lainnya dalam program tersebut. "Kami berharap program ini menghasilkan riset yang berdampak, memperkuat jejaring kolaborasi internasional, serta meningkatkan kualitas publikasi ilmiah dan inovasi Universitas Andalas di tingkat global," ujarnya.

Baginya, program Diaspora Berdampak merupakan inisiatif Kemdiktisaintek untuk membangun kemitraan riset akademik global melalui sinergi perguruan tinggi Indonesia dengan diaspora di berbagai negara. Melalui program ini, kualitas riset nasional diharapkan meningkat sekaligus memperluas jejaring internasional dan menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Selama 14 hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti workshop, diskusi ilmiah, focus group discussion (FGD), hingga pelatihan penulisan proposal dan publikasi ilmiah berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penyusunan roadmap riset bersama sebagai langkah memperkuat kolaborasi penelitian lintas negara di masa mendatang," tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....